detikInet's Community
Berita Lain
-
Rabu, 17/03/2010 07:01 WIB
Flexi Hadapi Kompetisi FWA dengan 'Buas' -
Senin, 15/03/2010 14:47 WIB
Sony Disomasi Sony
Kominfo Minta Sony Corp Cabut Somasi Sony AK -
Senin, 15/03/2010 07:57 WIB
BlackBerry Kurangi Penggunaan Hotspot -
Sabtu, 13/03/2010 11:59 WIB
4 Perusahaan Menang Tender Internet Rp 370 Miliar -
Jumat, 12/03/2010 12:49 WIB
Menkominfo Belum Berani Cabut Izin Internux -
Jumat, 12/03/2010 09:40 WIB
Voucher SMS Indosat Hilang di Pasaran?
Indeks Berita
Kamis, 10/12/2009 16:15 WIB
'Kucurkan Dana Pemerintah untuk Jalan Tol Virtual'
Ardhi Suryadhi - detikinet

broadband (ist)
Demikian ditegaskan Ketua Umum Masyarakat Telematika Setyanto P. Santosa di sela penandatanganan piagam kesepakatan industri dalam negeri untuk implementasi WiMax di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (10/12/2009).
Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini berbanding terbalik dengan negara-negara di dunia. Dimana perbandingan infrastruktur wireline versus wireless di Indonesia sekitar 5:95 persen. Sementara negara lain justru 60:40 untuk wireline.
"Untuk itu pemerintah harus mengeluarkan investasi untuk wireline, dan mulai memikirkan untuk membangun infrastrukturnya," lanjut Setyanto.
Hal itu, lanjutnya, agar Indonesia dapat mensejajarkan diri dengan negara-negara yang industri telekomunikasinya lebih maju.
Selain itu, solusi ini juga dianggap dapat mengurai kemacetan jaringan (kongesti) yang seringkali dihadapi dalam jaringan mobile broadband di Indonesia, khususnya di Jakarta.
"Pemerintah harus menjadi pelopor karena hal ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi negara," lanjut dia.
Menurut data Economist Intelligence Unit Survey, Indonesia E-Readiness Rankings 2008 masih berada di atas Iran dan Azerbaijan. Namun masih di bawah Vietnam, Kazakhstan, dan Algeria, dengan rata-rata skor 3,5--dari skor tertinggi 8,95.
Rendahnya ranking Indonesia disebabkan minimnya infrastruktur teknologi dan konektivitas (2,3), lingkungan hukum yang kurang memadai (3,2), adopsi bisnis dan konsumer masih rendah (3,2), pandangan dan kebijakan pemerintah (3,4), lingkungan sosial dan budaya (3,53), dan skor paling tinggi adalah lingkungan bisnis yang tidak sehat (6,49). ( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).






