detikInet's Community
Berita Lain
-
Rabu, 17/03/2010 16:17 WIB
Nada Dering Ponsel Diklaim Besarkan Payudara -
Rabu, 17/03/2010 15:19 WIB
Nongol di Twitter, 'Hitler' Picu Keriuhan -
Rabu, 17/03/2010 13:57 WIB
Dongkel Google, Facebook Ukir Sejarah -
Rabu, 17/03/2010 10:45 WIB
Canon Ingin Dapatkan Nama Domain .canon -
Rabu, 17/03/2010 10:16 WIB
Ancam Bunuh Elton John di YouTube, Kakek Diringkus -
Rabu, 17/03/2010 08:34 WIB
Ditipu Kakek-kakek, Gadis Belia Rela Pose Mesum
Indeks Berita
Kamis, 26/11/2009 14:21 WIB
Irak Saingi Gedung Putih dan Kerajaan Inggris di YouTube
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)
Bergabungnya Irak dalam chanel khusus di situs berbagi video itu tak lepas dari pendekatan yang dilakukan CEO Google Eric Schmidt yang sebelumnya baru saja berkunjung ke Baghdad, ibukota Irak.
Kala itu, dikutip detikINET dari AFP, Kamis (26/11/2009), Schmidt mempunyai misi untuk mendigitalisasikan artefak dan dokumen kuno milik Museum Nasional Irak.
Perdana Menteri Irak sendiri, Nuri al-Maliki mengaku bangga dengan keberadaan halaman online pribadi Irak di situs milik Google tersebut. Menurutnya, lewat situs yang berada di alamat youtube.com/iraqigov itu, pemerintahannya dapat memamerkan prestasi mereka kepada dunia.
"Dunia belum melihat apa yang telah dicapai pemerintah Irak dalam bidang keamanan, ekonomi, politik dan membagun sistem demokrasi federal," tutur Maliki.
"Dan pemerintah (Irak) melihat dengan adanya teknologi video di YouTube akan memberi kesempatan untuk memamerkan pencapaian kami," lanjutnya. ( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).






