detikInet's Community
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 14:34 WIB
Dragon Age Laris, Sekuel Siap Menerjang -
Selasa, 09/02/2010 09:30 WIB
Nintendo Siapkan Perangkat Baru -
Senin, 08/02/2010 15:57 WIB
11 Game Paling Dinanti di Pameran E3 -
Senin, 08/02/2010 12:59 WIB
April, Splinter Cell Terbaru Hadir -
Senin, 08/02/2010 10:27 WIB
Ada Pelacur Menggoda di Metro 2033 -
Minggu, 07/02/2010 14:53 WIB
'Dead Space 2 Selevel dengan Modern Warfare'
Indeks Berita
Sabtu, 21/11/2009 10:08 WIB
Indonesia Kekurangan Penulis Game Animasi
Andrian Fauzi - detikinet

ilustrasi (salazad.com)
"Kita kekurangan penulis cerita yang bisa kita jadikan bahan untuk membuat game," lirih Manager Regional IT Centre of Excellence (RICE) PT INTI, Gerhard Simanjuntak, saat berbincang dengan detikINET di kantornya, Jalan Moch Toha, Sabtu (21/11/2009).
Ditambahkan oleh pria berkacamata ini bahwa yang susah mencari penulis skenario. Sedangkan skenario tersebut merupakan landasan dalam pembuatan animasi ataupun game.
"Suatu animasi atau game harus ada cerita. Dan cerita tersebut adalah karya para penulis skenario. Memang saat ini banyak para penulis, tapi berbeda antara penulis skenario dengan penulis-penulis biasa," ungkapnya.
Karenanya, Gerhard berencana untuk membuat kerjasama strategis antara pihaknya dengan para penulis skenario. "Harus ada kerjasama dengan penulis. Kita harus banyak kerjasama supaya banyak skenario yang bisa kita pergunakan untuk membuat game," katanya.
Untuk memproduksi satu animasi dan game sendiri dibutuhkan waktu tiga bulan. Mulai dari menemukan ide hingga animasi dan game tersebut jadi dan layak jual.
RICE sendiri adalah satu pusat inkubasi bagi perusahaan-perusahaan animasi dan game. Saat ini ada empat dari tujuh perusahaan binaan RICE yang dikonsentrasikan ke industri animasi dan game. Sisanya adalah perusahaan yang memproduksi aplikasi secara umum.
Sejak mulai dari Agustus 2009 hingga sekarang, keempat perusahaan binaan RICE tersebut telah berhasil memproduksi kurang dari 10 animasi dan game.
"Memang belum layak jual. Tapi kita terus mengeksplorasi dengan kemampuan yang ada. Belum matang betul lah. Perlu banyak ketemu dengan banyak pihak, terutama dengan investor," pungkasnya.
( afz / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (11 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).





