detikInet's Community
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 14:07 WIB
Gmail Bakal Adopsi Facebook dan Twitter -
Selasa, 09/02/2010 13:30 WIB
Badai Matahari 2012 Ancam Satelit -
Selasa, 09/02/2010 13:05 WIB
Penawaran Spesial PayPal di Hari Valentine -
Selasa, 09/02/2010 12:45 WIB
Tersinggung Status FB, KPU Lamongan akan Polisikan Facebooker -
Selasa, 09/02/2010 12:33 WIB
Facebook Kabarkan Kematian Tragis Anak -
Selasa, 09/02/2010 10:19 WIB
Google Kutuk Kemunculan 'Saudara Perempuannya'
Indeks Berita
Selasa, 17/11/2009 12:30 WIB
Catatan dari IGF 2009
Facebook Sebabkan Pengorbanan Hak Privasi
Penulis: Donny B.U. - detikinet

Suasana Diskusi (dbu/inet)
Para pengguna Facebook, dalam sesi utama tersebut, diminta untuk makin sadar bahwa yang namanya data diri adalah properti alias hak milik individu. Kitalah yang punya kendali untuk memberikan ataupun tidak memberikan data diri kepada siapapun yang kita kehendaki.
Bahkan kita berhak bertanya untuk apa data diri kita yang kita berikan ke pihak lain dan berhak pula memintanya untuk dihapus jika memang tidak kita kehendaki. Walaupun hal tersebut tak semudah membalikkan telapak tangan, setidaknya pemahaman bahwa data diri adalah hak milik individu harus tetap ditekankan.
Aktivitas anak (dan remaja) di ranah maya, juga menjadi bagian dari diskusi tersebut. Seorang anak sekarang, yang dikatakan sebagai digital native, tentunya lebih paham tentang seluk-beluk Internet ketimbang orang tuanya yang masuk dalam kategori digital imigrant.
Masukkan pun datang dari para peserta. Misalnya, ditegaskan bahwa anak, remaja, atau bahkan diri kita sendiri kini dapat gampang dengan mudah lepas kendali atau bahkan mengorbankan hak privasi kita hanya karena diiming-imingi layanan gratis seperti Facebook, Gmail atau Twitter.
Bahkan disadari atau tidak, masalah hak privasi seseorang kerap diabaikan oleh orang lain. Misalnya ketika ada orang lain yang sengaja ataupun tidak telah mem-posting data-data pribadi kita. Contohnya jika ada orang lain memposting foto-foto kita, kemudian melakukan tagging (di Facebook). Ataupun adanya orang-orang yang dengan bebas dapat memberikan komentar-komentar terkait tentang kita di foto tersebut.
Meskipun demikian, penggunaan Internet kini memang tak bisa lagi dipisahkan dari anak dan murid sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan. Sehingga peran dan tanggung-jawab orang-tua dan pendidik (guru) untuk melindungi anak dan murid di dunia online, harus sama dengan upayanya di dunia offline, atau bahkan lebih.
*) Penulis menghadiri IGF 2009 di Sharm - Mesir, dalam kapasitas sebagai peneliti Indonesia untuk komunitas internasional OpenNet Initiative yang memperjuangkan privasi dan kebebasan berekspresi di media baru. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail dbu[at]donnybu.com
( dbu / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).





