detikInet's Community
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 14:07 WIB
Gmail Bakal Adopsi Facebook dan Twitter -
Selasa, 09/02/2010 13:30 WIB
Badai Matahari 2012 Ancam Satelit -
Selasa, 09/02/2010 13:05 WIB
Penawaran Spesial PayPal di Hari Valentine -
Selasa, 09/02/2010 12:45 WIB
Tersinggung Status FB, KPU Lamongan akan Polisikan Facebooker -
Selasa, 09/02/2010 12:33 WIB
Facebook Kabarkan Kematian Tragis Anak -
Selasa, 09/02/2010 10:19 WIB
Google Kutuk Kemunculan 'Saudara Perempuannya'
Indeks Berita
Senin, 16/11/2009 16:00 WIB
Netter China Siap Bombardir Obama
Ardhi Suryadhi - detikinet
.jpg)
Barack Obama (telegraph)
Memang, sarana menyuarakan pendapat dan melontarkan pertanyaan ke pemerintah terbilang ketat di China. Jadi ketika kran penampungan pertanyaan dibuka, warga China pun langsung menjajalinya. Terlebih orang yang diajak diskusi adalah sang pemimpin negara adidaya.
Gelontoran pertanyaan tersebut ditampung dan kini telah diseleksi oleh kantor berita Xinhua dan People's Daily. Selanjutnya akan diajukan ketika Obama berdiskusi dengan para pelajar di Shanghai pada Senin waktu setempat.
"Detail dari acara di Shanghai masih dalam persiapan. Pertanyaan para netizens (pengguna internet-red.) disosialisasikan di Xinhua.net dan kami berharap presiden (Obama-red.) akan menjawab beberapa pertanyaan tersebut," ujar juru bicara Kedubes AS di China Susan Stevenson, dikutip detikINET dari AFP, Senin (16/11/2009).
Pertanyaan dari beragam topik memang dilontarkan para netter China ini. Namun yang paling diminati terkait polemik Tibet. Banyak yang ingin tahu, bagaimana sebenarnya posisi AS dalam perseteruan China dan Tibet ini?
Namun tetap saja ada yang melemparkan pertanyaan 'tidak penting' ke forum online ini. Seperti kenapa Presiden AS lebih banyak yang memiliki anak perempuan ketimbang anak lelaki?
Ya, pertanyaan untuk Obama tersebut memang tidak seluruhnya serius. Tetapi yang pasti, hal ini bisa mengindikasikan bahwa pengguna internet China yang sudah mencapai angka 330 juta pengguna juga ingin didengarkan aspirasinya.
Terlebih lagi, pengawasan pemerintah China terhadap konten dunia maya terbilang ketat. Jika ada situs, blog ataupun forum online yang diduga ada tendensi untuk menyerang pemerintah, tak perlu waktu lama untuk dilibas.
Twitter saja tak bisa diakses di negara komunis ini. Namun hal itu tak membuat netter di China patah arang, mereka pun harus melalui 'jalan tikus' untuk mengakes situs mikro blogging itu dan melompati filter yang disebut "Great Firewall of China" dengan mengandalkan proxy server. ( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).




