detikInet's Community
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:27 WIB
Pelanggan XL di Central Region Hobi SMS -
Selasa, 09/02/2010 18:05 WIB
Perubuhan Menara
Pemkab Badung Digugat Rp 1 Triliun -
Selasa, 09/02/2010 17:55 WIB
Roket Pengorbit Satelit LAPAN Meluncur 2014 -
Selasa, 09/02/2010 17:11 WIB
Jejak Badai Matahari yang Usik Telekomunikasi -
Selasa, 09/02/2010 15:53 WIB
Indosat Uji 140 BTS Bertenaga Angin dan Matahari -
Selasa, 09/02/2010 07:45 WIB
Hadapi Banjir, Operator Siapkan Hair Dryer
Indeks Berita
Rabu, 11/11/2009 18:25 WIB
GSMA: Investasi HSPA+ Seharusnya Tidak Mahal
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

ilustrasi (inet)
Senior Director of Services GSMA, Jaikishan Rajaraman, mengatakan operator tersebut sejatinya masih bisa menggunakan vendor jaringan 3G sebelumnya untuk meningkatkan (upgrade) kapasitas jaringan.
"Upgrade 3G ke HSPA+ tanpa swap (mengganti) vendor pun tak mengapa. Sebab, alat untuk HSPA+ sudah ada di Node B. Operator hanya perlu membayar lisensi tambahan ke vendor untuk kemudian diinstal software-nya," jelas dia dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Operator 3G di Indonesia yang sudah siap untuk mengimplementasikan HSPA+ adalah Telkomsel dan Indosat. Telkomsel mengalokasikan belanja modal Rp 1,3 trilun untuk meng-upgrade HSPA+ dengan perangkat Huawei. Sementara Indosat belum mengeluarkan angka investasinya karena baru sebatas menguji coba perangkat milik Ericsson.
Rajaraman menilai bahwa investasi yang dikeluarkan Telkomsel untuk HSPA+ seharusnya tak semahal itu jika tidak melakukan swap vendor. "Namun kebijakan soal swap vendor sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pihak Telkomsel," tegas dia.
VP Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo mengungkapkan tak hanya akan menggunakan satu vendor untuk menggelar HSPA+ di seluruh Indonesia. "Kami selain Huawei juga akan menggunakan perangkat Ericsson, Nokia Siemens Network, dan juga ZTE. Namun saya masih belum tahu masing-masing akan di daerah mana."
Sementara Chief Marketing Officer Indosat menegaskan investasi yang dikeluarkan pihaknya untuk HSPA+ tak akan menghabiskan biaya triliunan rupiah seperti yang akan digelontorkan Telkomsel. Sebab, HSPA+ dinilai hanya sebagai fitur tambahan.
"HSPA+ itu hanya fitur software, BTS-nya sama dengan BTS HSDPA yang sudah ada. Artinya, infrastructure hardware menggunakan yang sudah ada. Kalau untuk fitur HSPA+ saja kami tidak sampai triliunan rupiah. Sebab, kami tidak swap, hanya dibangun di atas platform yang ada," pungkas dia. ( rou / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).





