detikInet's Community
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 14:07 WIB
Gmail Bakal Adopsi Facebook dan Twitter -
Selasa, 09/02/2010 13:30 WIB
Badai Matahari 2012 Ancam Satelit -
Selasa, 09/02/2010 13:05 WIB
Penawaran Spesial PayPal di Hari Valentine -
Selasa, 09/02/2010 12:45 WIB
Tersinggung Status FB, KPU Lamongan akan Polisikan Facebooker -
Selasa, 09/02/2010 12:33 WIB
Facebook Kabarkan Kematian Tragis Anak -
Selasa, 09/02/2010 10:19 WIB
Google Kutuk Kemunculan 'Saudara Perempuannya'
Indeks Berita
Rabu, 11/11/2009 12:49 WIB
Menuju Internet yang Lebih Bermoral
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (inet)
Salah satunya, bagaimana menciptakan internet yang bermoral, tak cuma sehat dan aman. Dijelaskan Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, tema umum dari forum ini memang memperkuat kerja sama regional di bidang ekonomi broadband.
Namun, lanjutnya, agenda spesifik yang bakal dibahas di forum yang bakal dihadiri 30 menteri dan pejabat di bidang Telekomunikasi dan ICT dunia ini juga terkait perlindungan terhadap anak-anak dari penyalahgunaan internet.
"Di jaman Pak Tifatul ini saya lihat akan lebih bergigit (untuk urusan konten di internet). Tak cuma membuat internet sehat dan aman, tapi juga lebih bermoral," ujar Gatot kepada detikINET, Rabu (11/11/2009).
Memang, untuk lebih bergigit yang dimaksud Gatot, bukan berarti Depkominfo lantas melakukan filtering yang ketat. Melainkan lebih mengambil cara halus seperti bersinergi dengan lembaga lain untuk menyampaikan kampanye internet bermoral tersebut.
"Kerjasama dengan lembaga lain biar ada social awarness dan berusaha lebih tegas pula. Lagi juga jangan cuma himbauan doang, biar kalau kena angin gak kabur," tukasnya.
Depkominfo, lanjut Gatot, juga sempat 'ditodong' Kak Seto cs dan LSM Perlindungan Anak untuk ditanyakan apa yang bisa dioptimalkan lembaga itu untuk melindungi anak-anak ketika berada di dunia maya.
"Kita ingin membuat masyarakat lebih sadar tentang cara berinternet. Salah satu caranya ya dengan memanfaatkan lintas departemen. Pak Nuh (mantan Menkominfo sekarang Mendiknas-red.) ada di Diknas kita beruntung juga, jadi bisa lebih bersinergi," pungkasnya.
Tifatul sendiri sebelumnya mengaku malu mendengar Indonesia terkenal dalam mengekases pornografi. Padahal menurutnya, konten atau informasi yang ditawarkan di internet tak seluruhnya pantas dan harus dikonsumsi. Ada yang berupa emas atau sampah sehingga harus dihindari. ( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (8 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).





