detikInet's Community
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 12:45 WIB
Pengawas Internet Indonesia Tak Mau Sekadar Jadi 'Alarm' -
Senin, 08/02/2010 13:21 WIB
Polisi Gerebek Situs Pelatihan Penjahat Cyber -
Senin, 08/02/2010 12:28 WIB
Ancaman Cyber Hantui AS -
Senin, 08/02/2010 11:45 WIB
Kolom Telematika
Keamanan Informasi Digital di Era Internet -
Kamis, 04/02/2010 16:52 WIB
Microsoft Selidiki 'Luka' Baru Internet Explorer -
Kamis, 04/02/2010 15:34 WIB
'Teori Sekuriti Bak Musik Klasik'
Indeks Berita
Selasa, 10/11/2009 17:17 WIB
Antivirus Palsu 'Ninabobokan' Pengguna Internet
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)
Demikian hasil penelitian dari Symantec Corp berjudul 'Report on Rogue Security Software'. Berdasarkan data yang diperoleh selama 12 bulan -- dari Juli 2008 sampai Juni 2009 -- menunjukkan bahwa para penjahat dunia maya menggunakan taktik menakut-nakuti yang semakin persuasif di ranah online untuk meyakinkan pengguna agar membeli software keamanan palsu.
Software keamanan palsu alias scareware adalah software yang diklaim sebagai software keamanan asli. Aplikasi palsu tersebut sebenarnya memberikan nilai yang sedikit atau tidak sama sekali dan bahkan mungkin menginstal program jahat atau mengurangi keamanan komputer secara keseluruhan.
Untuk meyakinkan pengguna yang tidak awas agar menginstal software palsu mereka, para penjahat cyber menempatkan iklan internet yang memanfaatkan kekhawatiran pengguna akan serangan-serangan keamanan.
Iklan-iklan tersebut biasanya memberikan klaim palsu seperti 'jika iklan berkelip-kelip, komputer Anda mungkin menghadapi resiko atau terinfeksi," sehingga memaksa pengguna untuk mengikuti sebuah link untuk memindai komputer mereka atau mendapatkan software untuk menghilangkan ancaman tersebut.
Menurut penelitian tersebut, 93% instalasi software dari 50 software keamanan palsu teratas diunduh sengaja oleh pengguna. Sampai Juni 2009, Symantec telah mendeteksi lebih dari 250 jenis program software keamanan palsu.
"Hasil-hasil temuan dalam Report on Rogue Security Software kami memperjelas bahwa para penjahat dunia maya siap, selalu bersemangat, dan memiliki perangkat lengkap untuk memangsa para pengguna Internet saat ini," kata Stephen Trilling, Senior Vice President Symantec Security Technology & Response dalam keterangannya, Selasa (10/11/2009).
Masih menurut laporan tersebut, kerugian finansial awal yang diderita konsumen yang mengunduh produk-produk palsu tersebut bervariasi dari US$30 hingga US$100. Namun, kerugian yang terkait dengan biaya untuk memperoleh kembali indentitas individu bisa jauh lebih besar.
Program-program keamanan palsu tersebut tidak hanya menipu pengguna demi uang, tapi data pribadi dan informasi kartu kredit yang diberikan selama pembelian dapat digunakan untuk penipuan lain atau dijual di forum-forum pasar gelap yang berakhir dengan pencurian indentitas.
"Para pembuat scareware dapat menipu ribuan orang untuk memperoleh uang yang jumlahnya relatif kecil dari masing-masing korban pada saat yang bersamaan dan meraup total keuntungan yang sangat besar," imbuh David Wall, PhD. Professor dari Centre for Criminal Justice Studies, University of Leeds.
( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).




