detikInet's Community

Thread Pilihan
forum
Kamis, 11/3/2010

Berita Seputar Console & Game

Posted : anaknakals

Berita Lain

Indeks Berita



Kamis, 16/07/2009 21:10 WIB

Icon+ Ingin Jadi Full Services Operator
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Indonesia Comnet Plus (Icon+) sedang mengkaji kemungkinan untuk bisa mendapatkan lisensi penyelenggara jaringan lengkap agar bisa menyediakan layanan telekomunikasi dasar.

Anak usaha PLN (Perusahaan Listrik Negara) ini sebelumnya sukses memenangkan tender penyelenggaraan telepon pedesaan USO. Dengan demikian, Icon+ juga otomatis dapat lisensi pita lebar BWA dan jaringan tetap lokal di area yang dimenanginya.

Selama ini, Icon+ hanya memiliki lisensi jaringan tertutup untuk menyewakan backbone serat optik, layanan teleponi internet (VoIP), dan penyedia jasa internet (ISP). Dari layanan itu, Icon+ berhasil meraup Rp 458 miliar pada 2008 lalu.

"Besar kemungkinan akan diajukan lisensi untuk bisa menyelenggarakan basic telephony setelah penggelaran jaringan telepon desa kami selesaikan," ujar Direktur Utama Icon+ Muljo Adji AG.

"Tentang bentuk lisensinya tetap atau seluler, itu perlu kajian lebih lanjut," ujarnya ketika ditemui di sela penandatanganan USO di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (16/7/2009).

Icon+ belum lama ini berhasil memenangkan tender telepon pedesaan (Universal Service Obligation/USO) untuk wilayah Indonesia Timur, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Maluku Utara, Papua dan Irian Jaya Barat.

Total nilai proyek yang berhasil diraih mencapai Rp 730,1 miliar. Sebagai pemenang tender, Icon+ selain diberikan izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal, juga blok nomor USO oleh Depkominfo di wilayah yang dikelolanya.

"USO adalah tahap awal menuju penyelenggara telekomunikasi di area lainnya. Ini bisa dikatakan tempat belajar model bisnis,” kata Muljo.

Penyelesaian pembangunan jaringan USO ini diprediksi selesai pada awal 2010. Dana awal yang disediakan Icon+ adalah Rp 43 miliar. "Sedangkan belanja modal kami tahun ini sebesar 350 miliar rupiah," lanjut Muljo.

Sementara itu, Kepala Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (BTIP) Santoso Serad menjamin, sebagai pemenang tender, Icon+ akan dijamin mendapatkan blok nomor dan pembukaan interkoneksi dengan pemain lainnya.

"Meskipun itu domain bisnis antarpemain, tetapi tetap kita jaga agar sebagai pemain baru perusahaan ini mendapatkan haknya. Apalagi ini menyangkut masyarakat desa tertinggal," pungkasnya.

( rou / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga:




Klik di sini:

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).