- rahasia dapat account rap... ihsanrtu
- [tanya]Tarif kartu As... erevu
- telp lama cuman 1000 rup... wikan
- Koneksi TELKOMSEL malam 2... cocomeo
- Fastnet Internet Murah/Un... Cnet_Indonesia
- [Review] Indosat 3.5G Bro... blackhead


Berita Lain
-
Kamis, 12/11/2009 18:11 WIB
Mobile-8 dan Smart Tetap Jalan Terpisah -
Kamis, 12/11/2009 17:47 WIB
HSPA+ Investasi Mubazir? Tergantung! -
Kamis, 12/11/2009 17:01 WIB
'WiMax dan LTE Tidak Akan Gusur 3G' -
Kamis, 12/11/2009 16:15 WIB
3G Dipakai 885 Juta Pengguna -
Kamis, 12/11/2009 15:00 WIB
Indonesia Lahan Utama Bisnis Internasional Huawei -
Kamis, 12/11/2009 14:01 WIB
Pendapatan Telepon Kabel Semakin Tergerus
Indeks Berita

Jumat, 03/07/2009 19:24 WIB
Umur BlackBerry Menghitung Hari
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

BlackBerry Bold (inet)
"Kita tak butuh janji, kita butuh bukti kalau mereka memang punya goodwill," kata Basuki di kantor Ditjen Postel, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
Menurutnya, setiap pemerintah mengeluarkan sertifikasi A untuk RIM, perusahaan asal kanada itu telah menandatangani komitmen untuk membuka pusat layanannya. Cuma sampai saat ini belum ada realisasi dari RIM.
Lalu alasan feasibility study yang dikemukakan RIM untuk menangguhkan pusat layanan dinilai Basuki tidak masuk akal. "Kenapa baru minggu ini mereka mengeluhkan sulit meminta izin untuk membangun pusat layanan, kenapa tidak dari dulu. Mereka kan sudah tanda tangan setiap menerima sertifikat," tukasnya.
Basuki juga menolak jika dikatakan permintaan untuk membangun pusat layanan ini karena desakan kompetitor RIM. Pasalnya, pembangunan pusat layanan itu merupakan kewajiban yang mereka setujui sendiri.
"Mereka (RIM-red.) punya dua tanggung jawab, yaitu terhadap aturan dan pelanggan. Di sini kita tidak membicarakan produk BB resmi (lewat operator) atau yang yang lewat paralel impor, karena kami menganggap tetap BlackBerry itu punya RIM," jelasnya.
Tak hanya BlackBerry, iPhone milik Apple juga akan 'ditodong' pemerintah untuk membangun layanan purna jualnya. Hanya saja masalahnya, kebutuhan untuk membuka service center BlackBerry dianggap sudah lebih dulu mendesak. "Kalau iPhone kami belum mendapat keluhan, makanya terlalu belum mendesak," tegas Basuki.
Dengan demikian, bisa dikatakan nasib impor BlackBerry ke Indonesia tinggal menghitung hari. Jika sampai 15 juli RIM belum membuka layanan purna jualnya, regulator akan menghentikan semua impor BlackBerry, baik itu dari operator maupun paralel impor yang memiliki sertifikasi B. "Semua BlackBerry," pungkas Basuki.
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (26 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).






