detikInet's Community
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:27 WIB
Pelanggan XL di Central Region Hobi SMS -
Selasa, 09/02/2010 18:05 WIB
Perubuhan Menara
Pemkab Badung Digugat Rp 1 Triliun -
Selasa, 09/02/2010 17:55 WIB
Roket Pengorbit Satelit LAPAN Meluncur 2014 -
Selasa, 09/02/2010 17:11 WIB
Jejak Badai Matahari yang Usik Telekomunikasi -
Selasa, 09/02/2010 15:53 WIB
Indosat Uji 140 BTS Bertenaga Angin dan Matahari -
Selasa, 09/02/2010 07:45 WIB
Hadapi Banjir, Operator Siapkan Hair Dryer
Indeks Berita
Kamis, 28/05/2009 06:47 WIB
Menristek: WiMax Jangan Tunggu Industri Lokal Siap
Andrian Fauzi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)
Demikian dikatakan oleh Menristek Kusmayanto Kadiman saat berbincang dengan detikINET usai launching software jBatik v 2.0 di Blitz, Paris Van Java, Rabu (27/5/2009). Kusmayanto mengungkapkan pemerintah sangat berupaya agar akses yang bagus dengan harga yang murah bisa segera terlaksana.
Dalam ujicoba perangkat WiMax di Puspitek Serpong pekan lalu, perangkat PT Hariff Daya Tunggal dan PT Teknologi Riset Global (TRG) hanya bisa menjangkau 15 customer premise equipment (CPE) dengan daya jangkau hanya 6 km. Padahal standar internasional minimal 100 perangkat.
"Jalan terus. Jangan tunggu industri kita siap," katanya.
Kusmayanto menambahkan, penundaan bisa dilakukan jika ada pernyataan ketidaksiapan dari industri lokal. "Kecuali ada pernyataan dari Hariff dan TRG. Saya bilang dari Kominfo kalau ada komitmen dari pemain lokal untuk lanjut. Ya, jalankan saja. Kenapa tunda-tunda," tegas pria yang minimal sebulan dua kali pulang kampung ke Bandung.
Di kesempatan yang sama, mantan Rektor ITB itu juga ingin meminta maaf kepada PT Hariff Daya Tunggal dan PT Teknologi Riset Global (TRG). Beberapa waktu lalu, Kusmayanto mengatakan bahwa industri lokal belum ada yang siap dalam menyediakan perangkat WiMax pada pita 2,3 Ghz.
"Saya minta maaf sama Hariff dan TRG. Input yang saya dapat rupanya tidak update. Waktu itu saya bilang Hariff dan TRG masih dalam tahap research and development. Tapi rupanya mereka sudah siap," ungkapnya.
Bagi Kusmayanto, perkara WiMax bukan hanya sebatas pada kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi. Tapi pada pembelajaran yang dilakukan oleh masyarakat sehingga bisa meningkatkan taraf hidupnya.
"WiMax kita ingin bukan sekedar kita mampu. Tapi akses karena buat pembelajaran bagi masyarakat sehingga bisa meningkatkan taraf hidupnya," pungkas pria penyuka bonsai menutup obrolan.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (5 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).





