detikInet's Community
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 14:07 WIB
Gmail Bakal Adopsi Facebook dan Twitter -
Selasa, 09/02/2010 13:30 WIB
Badai Matahari 2012 Ancam Satelit -
Selasa, 09/02/2010 13:05 WIB
Penawaran Spesial PayPal di Hari Valentine -
Selasa, 09/02/2010 12:45 WIB
Tersinggung Status FB, KPU Lamongan akan Polisikan Facebooker -
Selasa, 09/02/2010 12:33 WIB
Facebook Kabarkan Kematian Tragis Anak -
Selasa, 09/02/2010 10:19 WIB
Google Kutuk Kemunculan 'Saudara Perempuannya'
Indeks Berita
Minggu, 24/05/2009 14:10 WIB
'Pilih Robot, Jangan Terpaku Merek'
Andrian Fauzi - detikinet

kompetisi robot (afz/inet)
Populernya robotika saat ini membuat banyak jenis robot beredar di Indonesia.Sebut saja Lego buatan Amerika, Fischertechnik buatan Eropa, I-robo buatan Korea atau RoboBOX buatan Thailand. Saat ini boleh dibilang Lego dan Fischertechnik masih mendominasi pasar penjualan robot di tanah air. Selain brandnya sudah begitu melekat dibenak pecinta robot, kemampuan untuk adaptasi juga menjadi faktor penting kenapa merek-merek tersebut banyak dicari orang.
Namun saat ini, brand-brand dari Asia juga sudah mulai mencuri hati masyarakat Indonesia. Selain faktor harganya yang lebih murah, robot-robot tersebut menawarkan sesuatu yang berbeda dibanding dengan Lego atau Fischertechnik.
Di pasaran, satu set I-robo hanya Rp 1,9 juta dan roboBOX hanya sekitar Rp 2,3 juta. Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Lego dibanderol Rp 4,6 juta, Fischertechnik sekitar Rp 8-9 juta.
Muliady, Kepala Laboratorium Robotika dan Mekatronika, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Maranatha, kepada detikINET mengungkapkan bahwa walaupun saat ini banyak beredar robot-robot dari perusahaan ternama di dunia, namun lebih baik jangan terpaku pada merek.
"Jangan brandminded. Rugi kalau kita terpaku pada merek-merek ternama atau tertentu saja. Karena dalam robotika ada dua unsur penting yakni rancang bangun dan pemrograman," jelasnya saat berbincang dengan detikINET di lantai dasar Grha Widya Maranatha (GWM), Jalan Suria Sumantri, Sabtu (23/5/2009) petang.
Saat kita terpaku pada satu merek, Muliyadi juga menambahkan, pola pikir kita akan terkotak-kotak dan akan tergantung dengan merek tersebut. Karenanya Muliady pun memiliki niat mulia. Dengan masuk ke sekolah-sekolah, dirinya menciptakan bibit-bibit ahli robot.
"Saya harap kita bisa memproduksi robot sendiri. Hasil kreativitas anak bangsa," tandasnya.
( afz / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).




