detikInet's Community
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 14:07 WIB
Gmail Bakal Adopsi Facebook dan Twitter -
Selasa, 09/02/2010 13:30 WIB
Badai Matahari 2012 Ancam Satelit -
Selasa, 09/02/2010 13:05 WIB
Penawaran Spesial PayPal di Hari Valentine -
Selasa, 09/02/2010 12:45 WIB
Tersinggung Status FB, KPU Lamongan akan Polisikan Facebooker -
Selasa, 09/02/2010 12:33 WIB
Facebook Kabarkan Kematian Tragis Anak -
Selasa, 09/02/2010 10:19 WIB
Google Kutuk Kemunculan 'Saudara Perempuannya'
Indeks Berita
Jumat, 08/05/2009 16:49 WIB
SDM IT Lari ke Luar Negeri, Pemerintah Diminta Waspada
Andrian Fauzi - detikinet

Dimitri Mahayana (Ist.)
Menurut Kepala Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana, kondisi ini jika dibiarkan bakal mengancam keberlangsungan bangsa ini. Sebab, kebutuhan SDM IT bukan saja untuk perusahaan, tapi juga untuk memperkuat lembaga pemerintah.
"Perusahaan dan institusi pemerintahan harus waspada. Seperti saat ini yang sedang berupaya untuk mengimplementasikan IT dalam kegiatan pemerintahan seperti
e-Gov dan lain sebagainya," jelasnya kepada detikINET, di sela sesi Sharing Vision 'IT Human Resources Trend & Considerations' di Hotel Aston Tropicana, Bandung, Jumat (6/5/2009) siang.
Dimitri juga menambahkan, saat ini profesi IT sangat dibutuhkan. Hal tersebut menyebabkan permintaan akan tenaga IT sangat tinggi ketimbang supply-nya.
"Luar biasa. Sebagai salah satu profesi, ini sangat menjanjikan. Kesempatannya sangat banyak. Ada gap antara demand dan supply dan itu bukan hanya di
Indonesia. Dengan internet bisa mudah mendapatkan macam-macam proyek multinasional," tutur pria yang juga dosen di ITB ini.
Yang menarik, imbuhnya, masalah pendapatan bukan menjadi alasan utama tenaga IT Indonesia hijrah ke luar negeri. Justru alasan keterbatasan kesempatan
pengembangan diri dan masalah dengan manajemen dan pengakuan dari perusahaan lah yang menjadi pendorong utama.
"Berdasarkan survei, justru alasan kompensasi gaji dan tunjungan tidak menjadi alasan yang utama. Tapi alangkah baiknya jika memang ada keuntungan, perusahaan juga harus membaginya," ungkapnya.
Berdasarkan data Sharing Vision, gaji tenaga IT di Indonesia setengahnya dari Malaysia dan jauh tertinggal dari Singapura.
"Gaji ini tergantung posisi, di Indonesia antara Rp 50-160 juta setahun. Malaysia sudah Rp 165-360 juta. Dan Singapura 5-8 kali lipat dari gaji di Indonesia. Saya pikir sudah seharusnya di Indonesia diarahkan naik sekitar 1,5 kali lipat dari sekarang," pungkasnya.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (51 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).





