detikInet's Community
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 14:07 WIB
Gmail Bakal Adopsi Facebook dan Twitter -
Selasa, 09/02/2010 13:30 WIB
Badai Matahari 2012 Ancam Satelit -
Selasa, 09/02/2010 13:05 WIB
Penawaran Spesial PayPal di Hari Valentine -
Selasa, 09/02/2010 12:45 WIB
Tersinggung Status FB, KPU Lamongan akan Polisikan Facebooker -
Selasa, 09/02/2010 12:33 WIB
Facebook Kabarkan Kematian Tragis Anak -
Selasa, 09/02/2010 10:19 WIB
Google Kutuk Kemunculan 'Saudara Perempuannya'
Indeks Berita
Selasa, 21/04/2009 12:27 WIB
Tes Kelayakan, Pakar TI Perlu Audit Tabulasi Pemilu
Shohib Masykur - detikinet

pemilu
"Tabulasi ini kan kacau. Khawatirnya ini akan terulang di pilpres. Karena itu tabulasi KPU perlu diaudit oleh para pakar IT dari kampus-kampus seperti ITB, UGM, dan lain-lain," ujar praktisi TI dari ITB Dedy Syafwan, Senin (20/4/2009) malam.
Menurut Dedy, audit yang dimaksud bukanlah audit formal menyangkut penggunaan keuangan, melainkan audit oleh para pakar tentang kelayakan penggunaan teknologinya. Elemen yang perlu diaudit seperti jaringan, software, SDM, dan lain-lain.
"Harapannya, untuk TI pilpres benar-benar sudah didukung oleh seluruh komponen TI di seluruh Indonesia. Tanpa adanya dukungan moril ini, TI pilpres akan sulit bagi KPU," tutur Dedy.
Bentuk konkret audit itu, lanjut dia, berupa seminar 2-3 hari yang melibatkan para pakar TI dari seantero negeri. Mereka dikumpulkan untuk memberi masukan agar TI pilpres bisa berjalan lancar.
"Misalnya jika ICR yang terbukti gagal tidak bisa dipakai lagi, lantas solusi dari pakar seperti apa," ujarnya memberi contoh.
Intelligent Character Recognition (ICR) merupakan teknologi yang digunakan KPU untuk tabulasi pileg. Dengan teknologi ini, hasil scanning formulir C1-IT yang merupakan rekapitulasi perolehan suara di TPS ditafsirkan ke dalam bentuk angka dan huruf,kemudian dikirim ke pusat dan ditayangkan di tabulasi.
Dengan audit yang berbentuk seminar ini, imbuh Dedy, diharapkan muncul solusi bagi TI KPU yang sudah berwujud cetak biru (blueprint) yang bisa dijadikan pedoman bagi KPU. "Inilah yang harus dikerjakan untuk pilpres sehingga tidak terjadi kasus seperti di pileg," tandas Dedy. ( sho / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (6 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).




