detikInet's Community
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:27 WIB
Pelanggan XL di Central Region Hobi SMS -
Selasa, 09/02/2010 18:05 WIB
Perubuhan Menara
Pemkab Badung Digugat Rp 1 Triliun -
Selasa, 09/02/2010 17:55 WIB
Roket Pengorbit Satelit LAPAN Meluncur 2014 -
Selasa, 09/02/2010 17:11 WIB
Jejak Badai Matahari yang Usik Telekomunikasi -
Selasa, 09/02/2010 15:53 WIB
Indosat Uji 140 BTS Bertenaga Angin dan Matahari -
Selasa, 09/02/2010 07:45 WIB
Hadapi Banjir, Operator Siapkan Hair Dryer
Indeks Berita
Rabu, 18/03/2009 13:57 WIB
Indosat Belum Berani Jualan iPhone 3G
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
150.jpg)
iPhone (afp)
"Kita lihat dulu respon pasarnya," dalih Kepala Pemasaran dan Merek Indosat, Teguh Prasetya, kepada detikINET, Rabu (18/3/2009). "Masalahnya sudah setahun yang lalu hype-nya. Ya, let's see later, lah," ia kembali beralasan.
Indosat sendiri, kata Teguh, telah membuat perjanjian rahasia alias non-disclosure agreement (NDA) dengan Apple Inc selaku pemilik gadget iPhone 3G. "Kita sudah NDA sejak tahun lalu," ungkapnya.
Lalu, kenapa tidak berani jualan meski sudah punya NDA? "Namanya juga exploring, dan keyakinan kita juga kurang," sahut Teguh.
Seperti biasa, entah apa karena kurang yakin juga, Indosat memang selalu datang belakangan untuk urusan inovasi layanan maupun produk yang sifatnya high cost. Misalnya saja saat peluncuran 3G, tiga tahun lalu.
Di saat dua pesaing utamanya, Telkomsel dan Excelcomindo (XL), berlomba dulu-duluan menghadirkan layanan, Indosat dengan santainya hadir paling akhir, beberapa bulan kemudian. Namun, Indosat mengklaim jaringannya paling bagus dan lengkap karena tak cuma menghadirkan 3G, tapi langsung ke 3,5G HSDPA.
Memang, dibanding pesaingnya yang lain, jaringan broadband 3G Indosat paling banyak diminati. Jumlah pelanggan mobile broadband Indosat, lewat modem IM2, bahkan mengungguli pesaingnya hingga dua kali lipat.
Indosat kini memiliki 500 ribu pelanggan untuk mobile broadband IM2. Sementara Telkomsel baru memiliki 250 ribu pelanggan Flash, dan XL 'cuma' 35 ribu pelanggan datacard. Namun sayangnya, kesuksesan meraih banyak pelanggan juga disertai konsekuensi menurun drastisnya performa jaringan, yang kemudian menuai banyak protes.
"Ya, mau bagaimana lagi. Kita sudah coba dengan tambah seribu node B (base station 3G), tapi kalau frekuensinya masih kurang, ya tidak akan membantu banyak," jelas Teguh, beberapa waktu lalu. "Idealnya, pemerintah memberikan penambahan frekuensi dengan harga yang tidak terlalu mahal agar tarif internet bisa turun." ( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (15 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).




