- rahasia dapat account rap... ihsanrtu
- [tanya]Tarif kartu As... erevu
- telp lama cuman 1000 rup... wikan
- Koneksi TELKOMSEL malam 2... cocomeo
- Fastnet Internet Murah/Un... Cnet_Indonesia
- [Review] Indosat 3.5G Bro... blackhead
Berita Lain
-
Jumat, 03/07/2009 22:07 WIB
Trafik Percakapan Telepon Lintas Operator Naik 24% -
Jumat, 03/07/2009 19:24 WIB
Umur BlackBerry Menghitung Hari -
Jumat, 03/07/2009 17:41 WIB
RIM Harus Bangun Pusat Layanan 15 Juli 2009 -
Jumat, 03/07/2009 17:12 WIB
Operator CDMA Saling Klaim Kuasai Tanah Pasundan -
Kamis, 02/07/2009 12:46 WIB
Axis Bantah Langgar Etika Bisnis BlackBerry -
Kamis, 02/07/2009 11:03 WIB
Awas! Tender BWA Ditunggangi Penipu
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 16:56 WIB
Pemerintah Dorong Penggunaan Satelit Domestik
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Ilustrasi (Ist.)
Dukungan ini sebagai bentuk dorongan agar pengguna jasa satelit di Indonesia lebih memilih menggunakan transponder milik satelit domestik.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto tak memungkiri lebih murahnya transponder milik satelit asing yang jadi penyebab mengapa perusahaan pengguna jasa satelit di Indonesia kurang meminati transponder lokal.
Ia memperkirakan persentase penggunaan transponder domestik masih di bawah 20%. Sementara mayoritas atau 80% lebih masih menggunakan transponder asing. Namun itu sebelum pemerintah menerapkan kewajiban membayar landing right atau hak labuh bagi satelit asing.
"Dengan kewajiban membayar BHP, landing right, serta bertambahnya satelit baru selain Telkom dan Indosat, membuat persaingan harga transponder jadi semakin menarik," ujarnya pada detikINET di gedung Depkominfo, Jakarta, Rabu (19/11/2008).
Di kesempatan ini, Menkominfo Mohammad Nuh hadir langsung untuk menyatakan dukungannya terhadap peluncuran satelit Indostar II yang rencananya mulai mengorbit 17 Maret 2009 mendatang. Nuh bersama Dirjen SKDI Freddy Tulung belum lama ini terbang ke Los Angeles, untuk melihat langsung proses pembuatan satelit tersebut.
Satelit Indostar II yang menelan biaya US$ 300 juta ini merupakan pengganti satelit Cakrawarta yang segera habis masa orbitnya. Selain digunakan untuk kepentingan Indovision, transponder satelit ini juga akan disewakan secara komersial ke sejumlah negara selain Indonesia.
( rou / ash )
Jangan sampai ketinggalan info gadget terbaru dan juga informasi lainnya. Ketik REG TEC kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3, Flexi).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com

