- ARCHOS Beralih Dari PMP k... Duran
- Pda Gps... aigis
- Anycool... andrianww
- iPhone kok gak ada 3G?... d-wee
- Kelebihan Sony Erricson a... adahendra
- Sony Ericsson lo pernah r... the breeze
Berita Lain
-
Minggu, 05/07/2009 10:08 WIB
Kiki, Ponsel Masa Depan Sony Ericsson? -
Sabtu, 04/07/2009 17:40 WIB
AMD Gelontorkan Quad-Core Murah -
Jumat, 03/07/2009 15:25 WIB
Yahoo Messenger 10 Telah Datang -
Jumat, 03/07/2009 14:36 WIB
Versi Lanjutan OS iPhone Bikin Irit Baterai -
Jumat, 03/07/2009 11:04 WIB
Gajah Gagal Rusak Ponsel Terkuat di Dunia -
Jumat, 03/07/2009 09:59 WIB
Open Source Kian Jadi Primadona Bagi Smartphone
Indeks Berita
Selasa, 18/11/2008 12:52 WIB
Menristek Tangkal Mitos Seputar Open Source
Ardhi Suryadhi - detikinet

Kusmayanto Kadiman (inet)
Dalam konferensi open source se-Asia Afrika yang resmi dibuka hari ini, Menristek mengatakan ada tiga mitos negatif yang beredar di kalangan pengguna komputer hingga mengurungkan niat mereka bermigrasi ke open source.
Pertama adalah karena open source dianggap hanya layak digunakan para pakar teknologi informasi (TI) saja. "Open source bukan untuk pakar TI, kita semua juga bisa memakainya," tandas Kusmayanto, di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Selasa (18/11/2008).
Kedua, lanjut Kusmayanto, kalangan pebisnis masih banyak yang mempertanyakan apa keuntungan bagi mereka jika bermigrasi ke open source.
Mitos ketiga yang juga sering dipertanyakan adalah masih banyak yang pesimistis soal dukungan yang diberikan open source, seperti tersedianya aplikasi dan hardware pendukung dan lainnya.
"Ini yang biasanya dikeluhkan masyawakat umum, tapi open source sudah memiliki interoperability dengan software lain," katanya lagi.
Pemerintah Indonesia sendiri sudah meluncurkan program Indonesia go Open Source (IGOS). Program ini diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat untuk berani beralih ke software berbasis open source.
Namun program IGOS ternyata tidak berjalan semudah yang dibayangkan karena sulit mengubah kebiasaan orang. "Ada yang menolak, ada yang masih wait and see, ada yang sebelum menggunakan bertanya dulu apa keuntungannya", jelas Kusmayanto.
Ristek kemudian mengambil sikap dengan menggunakan prinsip iron hand atau tangan besi (sedikit dipaksa-red) untuk menggalakkan open source di instansi tersebut. Namun Kusmayanto menegaskan, iron hand yang digunakan lebih diperhalus. ( dwn / dwn )
Jangan sampai ketinggalan info gadget terbaru dan juga informasi lainnya. Ketik REG TEC kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3, Flexi).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (8 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com

