detikInet's Community
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 15:58 WIB
Artis Indonesia Jadi Rebutan Penyerobot Nama Domain -
Senin, 15/03/2010 15:11 WIB
Sony Disomasi Sony
Kasus Nama Domain dari Tahun ke Tahun -
Senin, 15/03/2010 14:00 WIB
Sony Disomasi Sony
Pengelola Domain: Tak Ambil Untung, Sony AK Tak Salah -
Senin, 15/03/2010 13:21 WIB
Sony Disomasi Sony
Boikot Produk Sony Diserukan, Pedagang Elektronik Risau -
Senin, 15/03/2010 12:25 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony: Kami Tak Berniat Jahat pada Blogger -
Senin, 15/03/2010 12:16 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony Corp Belum Cabut Somasi Sony AK
Indeks Berita
Selasa, 14/10/2008 16:13 WIB
Pengakses Data Siswa di Diknas Harusnya Dijaring
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (situs diknas)
Jim Geovedi, konsultan keamanan komputer dari Bellua Asia Pacific mengatakan, seharusnya Diknas lebih melindungi data-data para siswa tersebut dengan menyajikannya secara lebih baik.
"Di pikiran saya, data itu dapat tersaji lebih baik jika digunakan semacam registrasi ataupun verifikasi. Jadi, orang yang mau lihat benar-benar tidak fiktif, kalau sekarang kan semua orang di internet bisa melihatnya," sesalnya kepada detikINET, Selasa (14/10/2008).
Padahal, lanjut Jim, banyak para orangtua yang keberatan jika anaknya diketahui sekolah dimana. "Dan saya lihat yang ditampilkan disitu juga termasuk sekolah swasta dan internasional, beberapa teman saya juga sudah ada yang mengajukan keberatan ke Diknas," tukasnya.
Kemungkinan terburuk, imbuh Jim, jika saya seorang penculik maka saya tinggal mengincar sekolah anak itu untuk melakukan penculikan. Itu yang paling realistis, sedangkan untuk anak kuliah jika meliputi dengan security number itu akan lebih berbahaya.
Selain itu, juga ada tendensi kemungkinan yang lebih parah karena masih banyak orang Indonesia yang belum aware dengan perlindungan data pribadi. "Data personal itu bisa digunakan untuk iklan kartu kredit dan yang lainnya, bahkan ada juga yang membuat situs lowongan kerja palsu untuk mengumpulkan data pribadi ini," beber Jim.
Jim mengaku sudah melihat data siswa yang diumbar di diknas itu sejak April lalu, dan sempat jadi diskusi hangat dengan koleganya. Tapi belakangan, baru banyak yang menyadari bahwa nama anaknya ada di daftar itu. "Ini hanya satu contoh simple tapi bisa mengarah ke sesuatu yang lebih serius," pungkasnya.
Punya cerita menarik seputar dunia TI? Sampaikan saja di detikINET Forum.
( ash / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (7 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).






