Berita Lain

Indeks Berita



Rabu, 24/09/2008 17:48 WIB

NetApp Berjaya di Saat Krisis
Devi Suzanti - detikinet

Ilustrasi (ist.)

Jakarta - Hampir semua usaha menurun pada saat krisis ekonomi yang mengakibatkan berbagai kebutuhan meningkat. Namun berbeda dengan NetApp, perusahaan vendor sistem penyimpanan data (storage).

Usaha NetApp justru meningkat pesat yang pada saat krisis karena hitungan sistem storage-nya bukan berdasarkan per terabite, namun per network sehingga lebih murah.

"Perlu kami tekankan bahwa pada saat krisis yang terjadi di Indonesia awal tahun 2008 ini, pertumbuhan kami justru meningkat karena produk kami berbeda dengan produk yang lain," kata  Steven Law, Country Manager NetApp Indonesia di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, baru-baru ini.

Wajar saja jika pertumbuhan NetApp meningkat di saat krisis terjadi. Pasalnya, pelanggan mulai mencari alternatif yang lebih baik dengan hitungan storage yang dihitung per network. Berbeda dengan vendor IT lainnya yang menawarkan hitungan per kilobite.

NetApp sendiri hadir di Indonesia pada pertengahan 2005 dan mengalami perkembangan 75 persen per tahunnya. NetApp merupakan salah satu vendor dalam kuadran pemimpin versi Gartner bersama IBM, Dell, HP dan Hitachi Data Systems serta EMC yang sama-sama bersaing di pasar Indonesia.

Namun di saat harga-harga minyak bumi naik, industri NetApp malah meningkat. NetApp adalah perusahaan solusi sistem penyimpanan data yang terdiri dari piranti keras, piranti lunak dan dibidang jasa. ( dwn / dwn )
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga:


Klik di sini:


Informasi :

-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.
-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com