- Call Of Duty World At War... secxentz_all
- New Server Bnet SkyZone... Invoker
- [mo tanya] kok file2nya d... dated
- [Web Text Based Game] Tra... silverster
- Game PC paling berkesan m... Anything but Ordinary
- Pro Evolution Soccer... placebo
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:14 WIB
Hacker Susupi iPhone dengan Linux -
Senin, 01/12/2008 12:39 WIB
SITIS & WOSOC 2008
Peneliti TI di Bali Pemanasan di Tempat Dingin -
Senin, 01/12/2008 10:55 WIB
Tentara Robot Lebih Beradab Dibanding Manusia -
Senin, 01/12/2008 09:33 WIB
SITIS & WOSOC 2008
Gelaran TI Kelas Dunia Dibuka di Bali -
Senin, 01/12/2008 06:45 WIB
Teknologi Disalahkan Atas Tragedi Mumbai -
Sabtu, 29/11/2008 16:38 WIB
IM2 Inginkan Kongkoow Jadi MySpace-nya Indonesia
Indeks Berita
Rabu, 27/08/2008 14:49 WIB
Survei:
Jangan Jadikan Karyawan TI 'Sapi Perah'
Fransiska Ari Wahyu - detikinet
.jpg)
karyawan TI (ist)
Hal ini terungkap dalam sebuah survei yang digelar sebuah situs lowongan kerja di Inggris.
Survei yang melibatkan 500 karyawan TI ini mengungkap bahwa hampir separuh responden bekerja lebih lama daripada yang mereka lakukan dua tahun lalu. Lebih dari seperempat responden bekerja selama 48-60 jam per minggu. Walaupun 3/4 responden mengaku jam kerjanya tidak melebihi peraturan jam kerja di kawasan Eropa, yakni maksimal 48 jam per minggu. Sementara, sekitar 5 persen responden mengaku bekerja selama 60-75 jam dalam seminggu.
Dikutip detikINET dari Vnunet, Rabu (27/8/2008), jumlah jam kerja yang melampaui batas ini merugikan karyawan. Sekitar 40 persen responden menyebutkan bahwa kesehatan mereka menjadi terganggu, 64 persen mengaku bahwa kehidupan sosial mereka menjadi terganggu, dan 41 persen mengaku tidak memiliki kehidupan sosial.
"Majikan harus bertanggung jawab terhadap dampak jumlah jam kerja berlebihan yang dapat merugikan kesehatan karyawan," tandas Alex Farrell, managing director www.theitjobboard.co.uk.
Hanya 10 persen karyawan TI yang mengaku mendapat gaji tambahan untuk kerja lembur, walaupun lebih dari separuhnya mengaku harus membawa pulang pekerjaan tambahan tersebut. Kendati mendapat perlakuan yang kurang adil, hanya 15 responden yang mengaku mengajukan protes kepada pimpinan mereka. Malangnya, sekitar 80 persen dari yang mengajukan komplain mengaku tidak mendapat tanggapan dari pimpinannya.
Bagaimana dengan nasib karyawan TI di Indonesia?Sampaikan pendapat Anda di detikINET Forum!
( faw / dwn )
Komentar terkini (83 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
