- Call Of Duty World At War... secxentz_all
- New Server Bnet SkyZone... Invoker
- [mo tanya] kok file2nya d... dated
- [Web Text Based Game] Tra... silverster
- Game PC paling berkesan m... Anything but Ordinary
- Pro Evolution Soccer... placebo
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:14 WIB
Hacker Susupi iPhone dengan Linux -
Senin, 01/12/2008 12:39 WIB
SITIS & WOSOC 2008
Peneliti TI di Bali Pemanasan di Tempat Dingin -
Senin, 01/12/2008 10:55 WIB
Tentara Robot Lebih Beradab Dibanding Manusia -
Senin, 01/12/2008 09:33 WIB
SITIS & WOSOC 2008
Gelaran TI Kelas Dunia Dibuka di Bali -
Senin, 01/12/2008 06:45 WIB
Teknologi Disalahkan Atas Tragedi Mumbai -
Sabtu, 29/11/2008 16:38 WIB
IM2 Inginkan Kongkoow Jadi MySpace-nya Indonesia
Indeks Berita
Kamis, 21/08/2008 18:30 WIB
Terapkan Open Social, Friendster Galang Fitur
wicak - detikinet

David Jones (wsh/inet)
Open Social merupakan standar untuk Application Programming Interface yang didukung oleh Google. Friendster mulai menerapkan Open Social versi 0.7 dan berencana menerapkan versi 0.8.
David Jones, VP Global Marketing Friendster, mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di di Hard Rock Cafe, Jakarta, Kamis (21/8/2008). Setiap aplikasi yang dibuat dengan Open Social, tuturnya, menjadi layaknya fitur tambahan yang tersedia untuk pengguna Friendster.
David mencontohkan beberapa aplikasi buatan pihak ketiga yang telah ada di Friendster. Misalnya, dunia virtual 3D yang dikembangkan Fresbo World. Selain itu ada juga aplikasi imeem untuk mendengarkan musik pada halaman profil di Friendster.
Menurut David ada paling tidak 50-an pengembang asal Indonesia yang telah mengembangkan aplikasi di atas platform Friendster. Ia berharap jumlah ini akan terus bertambah.
Pengembang aplikasi di Friendster, tutur David, dibebaskan untuk menampilkan iklan pada aplikasinya. Hal ini diharapkan akan membuat pengembang tertarik membuat aplikasi di Friendster sekaligus menjaga kesinambungan aplikasi tersebut.
"Kami mau fitur dari aplikasi mereka tetap tersedia untuk jangka waktu lama, jadi mereka dipersilahkan mencari model pendapatan apapun selama itu legal. Tentunya, kalau mereka membuat yang terlalu banyak iklan pengguna juga yang akan memilih, mungkin pengguna tidak akan mau," ujar David. ( wsh / dwn )
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
