- rahasia dapat account rap... ihsanrtu
- [tanya]Tarif kartu As... erevu
- telp lama cuman 1000 rup... wikan
- Koneksi TELKOMSEL malam 2... cocomeo
- Fastnet Internet Murah/Un... Cnet_Indonesia
- [Review] Indosat 3.5G Bro... blackhead
Berita Lain
-
Jumat, 03/07/2009 22:07 WIB
Trafik Percakapan Telepon Lintas Operator Naik 24% -
Jumat, 03/07/2009 19:24 WIB
Umur BlackBerry Menghitung Hari -
Jumat, 03/07/2009 17:41 WIB
RIM Harus Bangun Pusat Layanan 15 Juli 2009 -
Jumat, 03/07/2009 17:12 WIB
Operator CDMA Saling Klaim Kuasai Tanah Pasundan -
Kamis, 02/07/2009 12:46 WIB
Axis Bantah Langgar Etika Bisnis BlackBerry -
Kamis, 02/07/2009 11:03 WIB
Awas! Tender BWA Ditunggangi Penipu
Indeks Berita
Kamis, 21/08/2008 12:46 WIB
3 Langkah Antisipasi Gangguan Palapa Ring
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Satelit (ist.)
Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar menuturkan, tiga langkah tersebut ialah menambah dana keikutsertaan anggota konsorsium yang tersisa, mencari investor baru, atau kemungkinan terburuk mengurangi kapasitas jaringan serat optik yang akan dibangun.
"Apapun hambatannya, Palapa Ring tetap harus jalan," tegasnya kepada sejumlah wartawan di sela-sela perjalanannya di Jayapura, Papua, Kamis (21/8/208).
Jika pembangunan serat optik di jalur laut (submarine cable) terhambat gara-gara masih penuhnya jadwal galian kabel para vendor dunia yang bisa membangun sistim komunikasi kabel bawah laut (SKKL), Basuki menyarankan untuk mendahulukan jalur darat (inland cable).
"Kalau submarine cable belum bisa dibangun, mungkin bisa inland cable dulu yang dibangun. Misalnya di Manado dan Sulawesi Tenggara," ujarnya.
Sementara, terkait kemungkinan mundur laginya anggota konsorsium, Basuki berharap masalah tersebut bisa diselesaikan dalam minggu ini. Basuki mengatakan, pihak Powertek Utama Internusa telah menemui dirinya untuk menyatakan komitmen sebagai anggota konsorsium Palapa Ring.
"Tapi saya tegaskan kepada Powertek, bentuk komitmen mereka harus nyata, jangan hanya di mulut saja. Kalau minggu ini mereka belum bisa memenuhi komitmen dengan menyetor 5% biaya awal yang disepakati, mereka akan menyerah mundur. Tapi kami harap, mereka tetap ikut jalan," tandasnya.
Palapa Ring sendiri merupakan program untuk membangun tulang punggung (backbone) infrastruktur serat optik sambungan internasional yang terdiri dari 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di kawasan timur Indonesia.
Megaproyek yang awalnya membutuhkan biaya US$ 225 juta itu terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable).
Setiap cincin nantinya akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya secara last mile di setiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps hingga 1.000 Gbps di daerah tersebut.
Mulanya, proyek tersebut akan dibangun tujuh perusahaan yang tergabung dalam suatu konsorsium. Ketujuh perusahaan itu adalah PT Bakrie Telecom Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Indosat Tbk, PT Infokom Elektrindo (termasuk PT Mobile-8 Telecom Tbk), PT Powertek Utama Internusa (representasi Linbrooke Worldwide Ltd), PT Macca System Infocom dan PT Telkom Tbk.
Namun setelah Macca System Infocom dan Infokom Elektrindo mundur, kini giliran Powertek Utama Internusa yang terancam hengkang dari konsorsium karena belum juga menyetor dana komitmen awal yang seharusnya diserahkan Juni lalu sesuai perjanjian Consortium Construction Management Agreement (CCMA).
Punya unek-unek seputar para operator tanah air? Tuangkan di detikINET Forum. ( rou / dwn )
Jangan sampai ketinggalan info gadget terbaru dan juga informasi lainnya. Ketik REG TEC kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3, Flexi).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com

