detikInet's Community
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 12:46 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony AK Penuhi Permintaan Sony Corp -
Rabu, 17/03/2010 15:35 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony AK Diminta Rahasiakan Pertemuan -
Rabu, 17/03/2010 14:37 WIB
Dell Tuding Sharp dkk Lakukan Kartel Harga LCD -
Rabu, 17/03/2010 13:41 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony Corp 'Cut' Kuasa Hukum di Indonesia -
Rabu, 17/03/2010 12:44 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony AK Bisa Pertahankan Nama Domain 'Sony' -
Rabu, 17/03/2010 12:29 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony Corp dan Sony AK Sepakati Dua Hal
Indeks Berita
Rabu, 20/08/2008 16:29 WIB
Dokumen Terbuka Bakal Jadi Standar Nasional
Ardhi Suryadhi - detikinet

ilustrasi (sxc.hu)
Demikian diungkapkan oleh Engkos Koswara, Staff Ahli Menteri Bidang IT Kementerian Riset dan Teknologi, di sela-sela 'Second Asean Workshop on Open Source Software' yang diadakan di Puspiptek Serpong, Banten, Rabu (20/8/2008).
Menurut Engkos, pengajuan ODF sebagai standar resmi sebagai jaminan bahwa dokumen itu lebih tahan lama untuk digunakan di masa depan. "Takutnya, di tahun-tahun ke depan vendor dari dokumen yang digunakan sekarang bangkrut. Sehingga, dokumennya tak bisa dibuka lagi. Dengan standar ODF yang telah disertifikasi ISO, kita jadi tidak bergantung pada satu vendor" ujarnya.
Namun untuk dijadikan SNI, ujar Engkos, harus ada yang mengusulkan dari pihak terkait. Saat ini, ujar Engkos, usulan mengenai ODF dari Depkominfo sedang digodok untuk kemudian diajukan ke Badan Sertifikasi Nasional. "Untuk hal ini Ristek tidak bisa, yang mengambil peran adalah Depkominfo. Mereka yang harus mengusulkan," ujarnya.
Di kalangan internasional, lanjutnya, baru Malaysia yang menggunakan ODF di pemerintahan sejak Agustus 2007. Namun Engkos optimistis negara Asean lainnya akan menggunakan ODF juga.
ODF menjadi salah satu tema dominan dalam 'Second Asean Workshop on Open Source Software'. Selain tetap membahas soal pengembangan open source software.
Namun di satu sisi terlihat bahwa workshop tersebut sepi peminat. Sebagai acara berlabel Asean, delegasi yang ada justru didominasi oleh pihak dalam negeri. Tercatat ada 18 delegasi lokal dan hanya 2 delegasi asing dari Myanmar dan Vietnam.
Ngobrol Open Source yuk di detikINET Forum!
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (6 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).






