- Call Of Duty World At War... secxentz_all
- New Server Bnet SkyZone... Invoker
- [mo tanya] kok file2nya d... dated
- [Web Text Based Game] Tra... silverster
- Game PC paling berkesan m... Anything but Ordinary
- Pro Evolution Soccer... placebo
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:14 WIB
Hacker Susupi iPhone dengan Linux -
Senin, 01/12/2008 12:39 WIB
SITIS & WOSOC 2008
Peneliti TI di Bali Pemanasan di Tempat Dingin -
Senin, 01/12/2008 10:55 WIB
Tentara Robot Lebih Beradab Dibanding Manusia -
Senin, 01/12/2008 09:33 WIB
SITIS & WOSOC 2008
Gelaran TI Kelas Dunia Dibuka di Bali -
Senin, 01/12/2008 06:45 WIB
Teknologi Disalahkan Atas Tragedi Mumbai -
Sabtu, 29/11/2008 16:38 WIB
IM2 Inginkan Kongkoow Jadi MySpace-nya Indonesia
Indeks Berita
Selasa, 19/08/2008 08:20 WIB
Amerika Resah, Internetnya 'Bak Keong'
Devi Suzanti - detikinet

ilustrasi (diolah/sxc.hu)
Tentunya, bukan keong dalam arti sebenarnya. Karena jika dibandingkan kecepatan akses di negara yang tertinggal sebenarnya rata-rata kecepatan akses broadband di negara adidaya itu sudah cukup mengesankan.
Namun, seperti terungkap dalam survei tahunan Speed Matters dari lembaga Communication Workers of America (CWA), rata-rata kecepatan akses broadband di negara itu masih rendah. AS kini menduduki posisi 15 dalam kecepatan akses.
Survei tersebut, seperti dikutip detikINET dari dokumen hasil survei di Speedmatters.org, Selasa (19/8/2008), mencoba menghitung rata-rata akses dari setiap negara bagian di AS. Dengan data dari 230.000 pengguna di 50 negara bagian, didapatkan bahwa rata-rata kemampuan download AS 'hanya' 2.3 Mbps.
Ini membuat AS, khususnya lembaga CWA, resah. Jepang, misalnya, telah mencapai rata-rta 63 Mbps atau sekitar 30 kali lebih cepat dibandingkan AS. Negara lain di atas AS mencakup Korea Selatan (49 Mbps), Finlandia (21 Mbps), Prancis (17 Mbps) hingga Kanada (7,6 Mbps).
Sedangkan kemampuan upload di negara yang warganya gemar 'bermain YouTube' itu adalah 435 Kbps. Ini naik 'sedikit' dibandingkan tahun 2007 yang tercatat pada rata-rata 371 Kbps. CWA mengatakan dengan tingkat pertumbuhan yang rendah itu, AS butuh waktu 100 tahun untuk bisa menyamai kemampuan Jepang saat ini.
CWA menyarankan pemerintah AS untuk mendorong adanya akses internet universal, yaitu tersedia bagi semua warga negaranya dengan harga yang terjangkau. AS, sebut laporan CWA, harus mencapai kemampuan download 10 Mbps dan upload 1 Mbps pada 2010.
Selain itu, CWA menegaskan bahwa AS perlu melindungi kebabasan berbicara di internet dan tidak menerapkan sensor terhadap konten di internet. Dan tentunya, CWA berharap akan ada perlindungan konsumen serta jaminan akan layanan internet yang tersedia.
Ngobrol koneksi internet yuk di detikINET Forum
( wsh / wsh )
Komentar terkini (33 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
