Berita Lain

Indeks Berita



Selasa, 12/08/2008 14:37 WIB

Makin Banyak Broadband, Indonesia Rentan Spam
wicak - detikinet

ilustrasi (sxc.hu)

Jakarta - Sebagai negara yang perkembangan akses internet broadbandnya semakin pesat, Indonesia disebut-sebut semakin rentan serangan spam. 

Ronnie Ng, Manager Systems Engineering Symantec untuk wilayah Singapura dan Indonesia mengatakan pengguna internet di Indonesia perlu semakin menyadari risiko keamanan dari spam.

"Semakin banyaknya koneksi broadband berarti makin banyak komputer yang online yang bisa terinfeksi program jahat. Dan tingginya pengguna broadband berarti makin banyak pengguna dengan pengalaman minim yang terhubung ke internet," demikian tutur Ronnie membalas e-mail detikINET, Selasa (12/8/2008).

Symantec, papar Ronnie, memperkirakan spam akan terus berevolusi demi menghindari metode pemblokiran tradisional. Misalnya, spam akan menggunakan jenis file lampiran baru dalam mengelabui pengguna internet. Format file mp3 dan flash termasuk yang disebut-sebut Ronnie.

Spam juga diduga akan semakin memanfaatkan budaya pop terbaru. "Spammer akan terus berupaya membuat konten yang menarik untuk pembaca, mencari keuntungan dari kejadian terkini seperti kampanye presiden, kondisi ekonomi dan hal populer lainnya," paparnya.

Spam juga diperkirakan akan menyerang situs jejaring sosial. Sedangkan yang lebih  mengerikan lagi adalah spam yang dibuat khusus untuk menyerang target tertentu.

"Pada akhirnya, spam itu lebih dari sekadar gangguan. Ia menjadi alat potensial untuk membawa ancaman keamanan seperti virus, worm, trojan dan upaya penipuan seperti phishing dan bahaya lainnya," tukas Ronnie.

Ikuti subforum khusus virus & malware di detikINET Forum
( wsh / ash )
Komentar terkini (2 Komentar)

Baca juga:


Klik di sini:


Informasi :

-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.
-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com