Berita Lain

Indeks Berita




Kamis, 07/08/2008 11:32 WIB

Polisi Gulung Sindikat Pencurian Kartu Kredit Terbesar
Fransiska Ari Wahyu - detikinet

Kartu kredit (ist.)

AS - Polisi berhasil membekuk sindikat pencurian nomor kartu kredit dan debit yang selama ini malang melintang di Amerika Serikat (AS). Lebih dari 40 juta nomor kartu kredit dan debit dari sembilan retailer di AS telah dicuri dan dijual.

Disebut-sebut pencurian ini merupakan yang terbesar di negara adi daya tersebut. Sindikat yang beranggotakan 11 orang ini beraksi dengan membobol sistem keamanan dan menginstal program untuk mendapatkan data keuangan personal. Data tersebut kemudian dijual atau digunakan sendiri.

Para terdakwa ada yang berasal dari Amerika Serikat, Estonia, Ukraina, China, dan Belarusia. Pentolan sindikat ini adalah Albert "Segvec" Gonzalez, yang bekerja sebagai informan rahasia untuk agen rahasia.

"Sejauh ini, kasus pencurian identitas ini merupakan yang terbesar dan paling kompleks yang pernah terjadi di negara ini," tutur Michael Mukasey, attorney-general AS, seperti dilansir FT.com dan dikutip detikINET, Kamis (7/8/2008).

Nomor-nomor kartu kredit dan debit tersebut mereka kumpulkan dengan teknik wardriving (mencari akses dari jaringan komputer nirkabel dengan menggunakan laptop). Terkadang mereka menggunakan program "sniffer" yang akan meng-capture rincian kartu. Data tersebut kemudian disembunyikan di server komputer yang di-enkripsi, dan dikendalikan di Eropa Timur serta Amerika Serikat.

Kemudian, data tentang nomor kartu kredit tersebut dijual via internet. Nomor-nomor tersebut diuangkan dengan meng-encoding nomor-nomor kartu di magnetic strip kartu kosong yang digunakan untuk menarik ribuan dolar dari ATM.


Berbagi cerita tentang kejahatan di dunia maya? Gabung yuk di detikINET Forum! ( faw / dwn )
Banner
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga:


Klik di sini:


Informasi :

-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.
-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com