- Masih Berani pakai SMART?... superservo
- Info Operator Seluler Ter... operatorseluler.com
- Mohon bantuan seluruh pel... jdw_id
- Koneksi TELKOMSEL malam 2... cocomeo
- Fastnet Internet Murah/Un... Cnet_Indonesia
- [Review] Indosat 3.5G Bro... blackhead
Berita Lain
-
Jumat, 09/01/2009 18:04 WIB
SLI dan SLJJ Btel Tunggu Izin Pemerintah -
Jumat, 09/01/2009 17:48 WIB
80 Ribu Orang Tegal Pakai Esia -
Jumat, 09/01/2009 16:15 WIB
Pelanggan Pindah, Telkom Tambah 555 BTS Flexi -
Kamis, 08/01/2009 17:20 WIB
Telkomsel Sabet 2 Blok di Tender Telepon Pedesaan -
Kamis, 08/01/2009 06:42 WIB
Operator Jangan 'Kejar Proyek' Garap Telepon Pedesaan -
Rabu, 07/01/2009 17:17 WIB
September, e-Indonesia Start di Pedesaan
Indeks Berita
Senin, 14/07/2008 17:44 WIB
Direksi Indosat Segera Dirombak
Indro Bagus SU - detikinet

Gedung Indosat (Ist.)
"RUPS Luar Biasa mengenai perubahan susunan direksi dan komisaris akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat," ujar Direktur Utama ISAT, Johny Swandi Sjam, usai RUPSLB di gedung Indosat, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (14/7/2008).
Agenda perubahan susunan direksi dan komisaris tersebut terkait masuknya Qatar Telecom (Qtel) ke induk usaha Indosat. Qtel mengambilalih 100% saham Indonesia Communications Limited (ICL) yang menguasai 40,8% saham Indosat.
"ICL telah mengirimkan surat pada kami. Mereka meminta agar Indosat segera melakukan perubahan direksi dan komisaris terkait perubahan pemegang saham pengendali," ujar Johny.
Sayangnya Johny enggan membeberkan jadwal RUPSLB yang akan diadakan perseroan. Namun menurut kabar yang beredar di bursa, RUPSLB akan dilakukan pada Agustus mendatang.
"Ya tentunya kami harus memenuhi beberapa persyaratan untuk bisa mengadakan RUPSLB. Tapi yang pasti secepatnya," elak Johny.
Johny juga enggan berkomentar soal kabar masuknya dua perusahaan pesaing Qtel dalam rencana tender offer nanti.
"Kami kurang tahu mengenai hal itu. Karena perubahan pemegang saham pengendali terjadi di tingkat induk perseroan. Jadi kabar-kabar terbaru tentang tender offer kami juga belum tahu," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Erry Firmansyah mengakui kebenaran kabar tersebut. Namun ia juga menyatakan tidak tahu menahu perusahaan apa saja yang hendak masuk dalam tender offer Indosat. Sementara kabar yang santer dua perusahaan tersebut adalah dari grup Bakrie dan Altimo.
Mau curhat seputar layanan telekomunikasi di Indonesia? Sampaikan saja di detikINET Forum.
( dro / ash )
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
