- Original Valve Game in In... support.eclubid
- help me... suparlan
- menaikkan frame rate gam... secxentz_all
- [Web Text Based Game] Tra... silverster
- [web based]DemoKrezy game... chonang_co
- Game PC paling berkesan m... Anything but Ordinary
Berita Lain
-
Jumat, 09/01/2009 17:57 WIB
Kantor Online BRTI Sudah Bisa Dikunjungi Lagi -
Jumat, 09/01/2009 16:39 WIB
Pengguna Facebook Digoda Burger Gratis -
Jumat, 09/01/2009 14:19 WIB
Blogger dan Pengguna Internet Masih Jomplang -
Jumat, 09/01/2009 13:19 WIB
Dunia Virtual Israel Dikepung Demonstran -
Jumat, 09/01/2009 12:26 WIB
2009, Blogger Indonesia Diprediksi Tembus 1 Juta -
Jumat, 09/01/2009 10:57 WIB
Google Earth Selamatkan Gadis Korban Penculikan
Indeks Berita
Kamis, 10/07/2008 14:32 WIB
Orang Indonesia Bantu Australia Juara di Imagine Cup
Ardhi Suryadhi - detikinet

Tim Soak (e. hooper/facebook)
Dia adalah Dimaz Pramudya, mahasiswa Computer Science & Software Engineering di Swinburne University, Melbourne, Australia.
'Keunikan' ini mulai disadari detikINET ketika melihat keempat nama anggota tim SOAK yang beranggotakan David Burela, Dimaz Pramudya, Ed Hooper dan Long Zheng. Dilihat dari nama-nama tersebut, ada satu nama yang jika dilihat sepintas seakan tak asing dipakai di Indonesia.
Memang belum bisa dipastikan, meski bernama 'lokal', Dimaz bisa saja orang Indonesia yang sudah menjadi warga negara Australia. Namun hal ini diperkuat oleh e-mail dari pembaca bernama Rebecca Immanuel yang mengaku sebagai teman Dimaz.
"Saya baca pemenang Imagine Cup di www.detikinet.com =). Dannnnn......juara satu itu dari Australia dgn TEAM SOAK dari 4 orang peserta itu, ada 1 dari Indonesia...namanya Dimaz Pramudya =). Saya adalah teman dari dia hehehehee...," tulis Rebecca dalam e-mailnya.
Di account facebooknya pun Dimaz terlihat fasih menuliskan kalimat berbahasa Indonesia. Hal ini terlihat ketika dia memberikan komentar terhadap suatu foto. Beberapa temannya juga tak jarang mengirim pesan kepada remaja ini dalam bahasa Indonesia.
Jika Dimaz memang benar asli orang Indonesia, hal ini tentunya sangat membanggakan. Sebab, di tengah berbagai pandangan negatif terhadap Indonesia, kita masih mempunyai putra tanah air yang berprestasi di kompetisi tingkat dunia.
Namun, di sisi lain, prestasi yang diraih Dimaz bisa membuat miris karena yang diusung justru nama negara lain. Hal semacam ini kerap terjadi di industri TI di mana banyak bakat asal Indonesia yang 'hijrah' ke luar negeri.
Foto: Dimaz Pramudya dan tim Soak dari Australia. Diambil dari profile Facebook Edward Hooper.
Mau berbagi dan bertukar informasi software unik? Gabung saja di detikINET Forum.
( ash / wsh )
Komentar terkini (37 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
