Berita Lain

Indeks Berita



Kamis, 03/07/2008 08:41 WIB

Teror Pembunuhan 'Hantui' Pengguna Ponsel
Fino Yurio Kristo - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Queensland - Belum lama ini, Indonesia sempat dihebohkan dengan rumor SMS santet. Tapi lain lagi kisah di Australia, pengguna ponsel di negeri kangguru tersebut kini tengah 'dihantui' isu SMS pembunuhan.

Dalam SMS yang meresahkan itu, penerima SMS harus membayar sejumlah uang atau diancam akan dibunuh oleh pengirimnya. Seperti dikutip detikINET dari Metro, Kamis (3/7/2008), jumlah uang yang diminta berkisar 5000 dolar Australia.

"Seseorang membayarku untuk membunuhmu. Jika kamu ingin menghindarinya, kuberi waktu 2 hari untuk membayarku. Jika kamu melapor ke polisi atau orang lain, kamu akan mati. Aku mengawasimu," demikian isi SMS teror pembunuhan tersebut yang diungkap kepolisian Australia Barat.

Kemudian, sebuah SMS lanjutan dikirim untuk memberitahu agar uang tebusan dikirim ke Thailand dengan layanan jasa pengiriman.

Polisi pun menyatakan bahwa SMS itu hanyalah tipuan semata. Warga diminta waspada agar tidak terjerat jebakan SMS pembunuhan ini. "Ini adalah kejahatan yang terorganisir. Kami menyarankan pada warga Australia agar jangan mengirim uang pada orang-orang itu," tandas Detektif Sergeant Duncan dari kepolisian Australia.

Berbagi info seru seputar ponsel atau gadget lainnya? Yuk, gabung di detikINET Forum!
( fyk / ash )
Komentar terkini (2 Komentar)

Baca juga:


Klik di sini:


Informasi :

-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.
-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com