- Jual PC Games Murah Tapi ... sYntic
- Harga Laptop Baru [UPDATE... warungnotebook-com
- (( Jual )) DIVX MOVIES : ... batangan
Berita Lain
-
Rabu, 20/08/2008 17:02 WIB
Perusahaan PC Mana yang Paling Memuaskan Konsumen? -
Selasa, 19/08/2008 15:12 WIB
Mantan Perdana Menteri Perkuat Direksi Nokia -
Selasa, 19/08/2008 10:49 WIB
Browser Opera Dekatkan Diri dengan Universitas -
Kamis, 14/08/2008 19:07 WIB
Google Ajak UKM Indonesia Beriklan -
Rabu, 13/08/2008 11:20 WIB
Aplikasi iPhone Tak Bawa Laba untuk Apple
Indeks Berita
Senin, 30/06/2008 12:19 WIB
Mampukah Ballmer Keluar dari Bayangan Gates?
Ardhi Suryadhi - detikinet

Steve Ballmer (Ist.)
Kini, sepeninggal Gates, banyak pertanyaan pun muncul dari para penggiat industri teknologi informasi. Mampukah Ballmer melepaskan diri dari bayang-bayang Gates serta membawa Microsoft kian meraksasa?
Analis dari perusahaan investasi D.A. Davidson, Alan Davis mengatakan, tekanan yang cukup berat pastinya bakal menghinggapi pundak Ballmer. Apalagi pria 52 tahun itu, selama ini kerap disebut-sebut sebagai tangan kanan Gates di Microsoft.
"Tekanan itu pasti ada," ujar Davis singkat, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Senin (30/2/2008).
Gates pertama kali membawa Ballmer ke Microsoft sekitar 3 dekade lalu. Pertemanan mereka sendiri pertama kali terjadi ketika sama-sama menimba ilmu di Harvard University. Bahkan keduanya merupakan teman sekamar.
Namun secara pribadi keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang. Gates dikatakan lebih tertutup dengan lingkungan, dengan lebih suka menghabiskan malam untuk mengulik programming. Sedangkan Ballmer merupakan pribadi yang suka berinteraksi dengan lingkungan, seperti banyak terlibat di kegiatan-kegiatan kampus.
Ballmer selama ini dikenal piawai dalam kemampuan manajemen dan bisnisnya. Sebab, setelah lulus dari Harvard, ia juga pernah menimba ilmu di Stanford University Business School selama setahun.
Michael Silver, analis dari Gartner bahkan mendeskripsikan Ballmers sebagai pemimpin yang mempunyai kemampuan manajemen yang 'menakutkan'. Meski demikian, kredit khusus patut diberikan kepada Ballmer sebagai seorang pendengar yang baik.
"Steve seorang yang cemerlang, tangguh dan marketing yang piawai. Secara pribadi ia juga mengesankan," puji Silver.
Kemampuan inilah yang membawa Ballmer mulai mengisi kursi penting di Microsoft ketika menjabat sebagai presiden perusahaan di tahun 1998. Tak lama berselang, ia selanjutnya menggantikan posisi Gates sebagai CEO di tahun 2000 hingga sekarang.
Namun kini, Ballmer tak lagi didampingi Gates untuk menjalankan Microsoft. Pun demikian, Ballmer tak sendiri. Masih banyak orang-orang pintar di Microsoft yang siap mendukungnya. Seperti Ray Ozzie yang menjabat Chief Software Architect serta Craig Mundie, Chief Research & Strategy Officer Microsoft.
Mau ngobrol atau bertukar software? Gabung saja di detikINET Forum. ( ash / wsh )
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com

