- Masih Berani pakai SMART?... superservo
- Info Operator Seluler Ter... operatorseluler.com
- Mohon bantuan seluruh pel... jdw_id
- Koneksi TELKOMSEL malam 2... cocomeo
- Fastnet Internet Murah/Un... Cnet_Indonesia
- [Review] Indosat 3.5G Bro... blackhead
Berita Lain
-
Jumat, 09/01/2009 18:04 WIB
SLI dan SLJJ Btel Tunggu Izin Pemerintah -
Jumat, 09/01/2009 17:48 WIB
80 Ribu Orang Tegal Pakai Esia -
Jumat, 09/01/2009 16:15 WIB
Pelanggan Pindah, Telkom Tambah 555 BTS Flexi -
Kamis, 08/01/2009 17:20 WIB
Telkomsel Sabet 2 Blok di Tender Telepon Pedesaan -
Kamis, 08/01/2009 06:42 WIB
Operator Jangan 'Kejar Proyek' Garap Telepon Pedesaan -
Rabu, 07/01/2009 17:17 WIB
September, e-Indonesia Start di Pedesaan
Indeks Berita
Senin, 23/06/2008 14:21 WIB
Dipaksa Menkominfo
Kadin: Konten Lokal Seperti Telur dan Ayam
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (inet)
Ketua Tetap Telematika Kadin Agoes Silaban mengatakan hal itu dikarenakan harga konten lokal yang lebih mahal namun kualitasnya belum begitu teruji. "Ya kayak telur dan ayam, industri nggak mau beli karena lebih mahal. Jadi perlu sinergi antara lokal dan asing." ujarnya di sela Rapat Koordinasi Nasional Telematika dan Media 2008 Kadin Indonesia di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Senin (23/6/2008).
Inisiatif pemerintah yang mendesak Kadin untuk lebih memperhatikan konten lokal memang dinilai Agoes dapat menimbulkan multiplayer effect. Terlebih saat ini,penyerapan konten lokal masih terbilang kecil, yakni berkisar 5-25 persen sedangkan sisanya masih dikuasai asing.
Sementara yang menjadi perhatian Kadin saat ini juga meningkatkan presentase lokal di industri. "Kadin tidak hanya siap, tapi juga mendesak dengan yang disuarakan 31 asosiasi perusahaan yang dibawah kami," imbuh Agoes.
Di tempat yang sama, Ketua Komite Telekomunikasi Kadin Anindya Bakrie menilai, regulasi telematika yang diterapkan pemerintah saat ini sudah cukup bagus.
Namun pemerintah disarankan masih harus memperbaiki dua sisi regulasi, yaitu terkait regulasi keselarasan pusat dan daerah serta regulasi soal revitalisasi industri. "Ini perlu dibahas lebih detail karena setiap tahunnya uang yang berputar di industri telematika ini bisa mencapai Rp 60 triliun," tukasnya.
Sebab, lanjut Anindya, selama regulasinya kondusif para pelaku industri tidak akan ragu untuk menginvestasikan uangnya. "Tapi kondisi sekarang cukup baik,karena disaat kebutuhan untuk investasi meningkat, pemerintah bisa menurunkan tarif telekomunikasi," ia menandaskan.
Mau ngobrol seputar industri teknologi informasi Indonesia? Berdiskusi saja di detikINET Forum.
( ash / amz )
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
