- (WARNING) Bagi pengguna i... Netrosexual
- N 6300... campretz
- Pantech PG-1400... banatz
- .::. Nokia 6120 Classic U... The Handsome
- iPhone kok gak ada 3G?... d-wee
- Kekurangan NOKIA... xkermit
Berita Lain
-
Minggu, 30/11/2008 11:36 WIB
Mengontrol Rumah Langsung Lewat Ponsel -
Sabtu, 29/11/2008 13:58 WIB
Acer Aspire One 10 Inchi Melenggang di 2009 -
Sabtu, 29/11/2008 12:02 WIB
Nyawa Baterai Laptop Bisa Tahan Hingga 40 Jam! -
Jumat, 28/11/2008 17:25 WIB
Nimbuzz Rilis Aplikasi Gratis untuk iPhone -
Jumat, 28/11/2008 11:30 WIB
Toshiba Kenalkan 'Laptop Terbang' -
Jumat, 28/11/2008 10:10 WIB
Penjualan Wii di Jepang Tembus 7 Juta
Indeks Berita
Jumat, 13/06/2008 09:09 WIB
Advan Ingin Rebut 10% Pasar Notebook
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Ilustrasi (rou/inet)
Marketing Director PT Intech Surya Abadi, Teddy Tjan, yang mengelola pemasaran notebook asal Taiwan itu mengaku yakin bisa menggaet konsumen yang bertipikal membeli notebook sesuai dengan kebutuhan, bukan berdasarkan merek barang.
"Konsumen seperti ini kami sebut sebagai smart customer. Dan inilah market yang tengah kami bidik," ujarnya di sela Festival Komputer Indonesia (FKI) di Jakarta Convention Center yang berlangsung dari 11-15 Juni 2008.
Optimisme Advan pun semakin menjadi, mengingat dalam keikutsertaannya dalam pameran komputer semisal FKI, notebook yang dipasarkannya terhitung laku keras.
"Benar-benar di luar dugaan melihat begitu antusiasnya masyarakat terhadap notebook. Dalam dua hari saja notebook kami sudah terjual sekitar 300-an unit," seringai Teddy.
Teddy pun berpendapat, tingginya animo masyarakat dikarenakan kompetitifnya harga notebook yang ditawarkan Advan. "Cukup dengan uang lima juta rupiah pengunjung sudah bisa membawa pulang notebook dengan prosesor Core 2 Duo."
Keputusan Advan untuk terus bermain di segmen menengah ke bawah bukan tanpa alasan. Berdasarkan data riset IDC 2007, pasar notebook yang paling 'gemuk' ada pada level harga di bawah US$ 720. Sebagai ilustrasi, sekarang ini pangsa pasar notebook ada sekitar 650 ribu unit. Di situ, 450 ribu unit dikuasai oleh notebook dengan harga di bawah US$ 720. "Di level inilah kami bermain," ungkap Teddy.
Meski bukan perkara mudah melakukan penetrasi dengan merek barang yang belum ternama, namun sekali lagi hal itu tidak menyurutkan optimisme Advan dalam menembus pasar notebook di Tanah Air.
"Apa sih yang dibutuhkan pengguna notebook? Pertama jelas prosessor, kemudian VGA, memori, dan harga. Jika semua varian tersebut sama, antara brand satu dengan lainnya, buat apa beli yang lebih mahal. Toh, kualitas dan performanya dijamin sama juga," Teddy menandaskan.
Mau ngobrol seputar komputer dan notebook? Diskusikan saja di detikINET Forum. ( rou / ash )
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
