- Akhirnya depkominfo.go.id... njoups
- Ada Apa Dengan Roy Suryo ... Bobby Sant
- Internet tidak bisa diblo... kamoraki
Berita Lain
-
Sabtu, 29/11/2008 19:47 WIB
Pemerintah Siapkan Pemantau Blog SARA -
Jumat, 28/11/2008 16:17 WIB
Pengesahan Aturan SMS Pemilu Terhambat 'Kesibukan' -
Kamis, 27/11/2008 10:53 WIB
Kisruh Telkomsel vs XL
Dirjen Postel Langsung Telepon Kedua Bos Operator -
Rabu, 26/11/2008 17:03 WIB
Kisruh Pembakaran Spanduk
Telkomsel-XL Akhirnya Berdamai -
Rabu, 26/11/2008 10:01 WIB
iPhone Seret Apple ke Pengadilan -
Rabu, 26/11/2008 07:48 WIB
Telkomsel Tuding XL Bersaing Tidak Sehat
Indeks Berita
Rabu, 11/06/2008 18:00 WIB
Pembajakan Software Marak, Negara Tidak Sehat?
Imam Wahyudiyanta - detikinet

Penjual software bajakan (Inet)
Sementara di 2007 prosentase angka pembajakan hanya turun 1% menjadi 84%. Meski turun namun negara tetap saja rugi hingga mencapai angka USD 411 juta. Namun, paling tidak hal itu menandakan bahwa penggunaan software asli makin meningkat.
"Berkaca dari itu kami tertarik untuk terus memberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan software asli kepada konsumen," ujar Refany Iskandar, Managing Director PT Sarana Solusindo Informatika (Solusi), salah satu perusahaan penydia jasa TI, dalam jumpa persnya di Sheraton Hotel, Jalan Embong Malang, Surabaya, Rabu (11/6/2008).
Menurut Refany meningkatnya kesadaran penggunaan software berlisensi dimungkinkan karena karena UU HAKI yang sudah disahkan oleh pemerintah dan kampanye penggunaan software asli yang makin hari makin intensif dilakukan oleh berbagai pihak.
"Konsumen harus kita edukasi bahwa software asli mempunyai value added dibanding software bajakan," tambahnya.
Software asli, kata Refany, saat pertama kali diciptakan dan dipasarkan memang tidak 100% sempurna. Tetapi kesempurnaan itu akan didapat dari koreksi-koreksi yang diberikan konsumen untuk selanjutnya oleh pihak yang bersangkutan akan diperbaiki dan disempurnakan. Konsumen sendiri bisa mendapatkan kesempurnaan itu antara lain melalui download di internet.
"Kalau yang pakai software bajakan pasti tidak bisa update karena serial numbernya tidak teregistrasi. Itulah salah satu value added-nya," urai Refany.
Bagi negara sendiri, kata Refany, pembajakan yang makin merajalela bahkan bisa mengguncang ekonomi suatu negara. Contoh sederhananya adalah investor bakal enggan menanamkan investasinya di suatu negara bila sebagian besar perangkat infomasinya menggunakan software ilegal yang tidak kompatibel.
"Pembajakan adalah salah satu indikator kesehatan suatu negara," ia menandaskan.
Mau ngobrol seputar sweeping dan pembajakan software? yuk, berdiskusi di detikINET Forum. ( iwd / ash )
Komentar terkini (8 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
