- Call Of Duty World At War... secxentz_all
- New Server Bnet SkyZone... Invoker
- [mo tanya] kok file2nya d... dated
- [Web Text Based Game] Tra... silverster
- Game PC paling berkesan m... Anything but Ordinary
- Pro Evolution Soccer... placebo
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:14 WIB
Hacker Susupi iPhone dengan Linux -
Senin, 01/12/2008 12:39 WIB
SITIS & WOSOC 2008
Peneliti TI di Bali Pemanasan di Tempat Dingin -
Senin, 01/12/2008 10:55 WIB
Tentara Robot Lebih Beradab Dibanding Manusia -
Senin, 01/12/2008 09:33 WIB
SITIS & WOSOC 2008
Gelaran TI Kelas Dunia Dibuka di Bali -
Senin, 01/12/2008 06:45 WIB
Teknologi Disalahkan Atas Tragedi Mumbai -
Sabtu, 29/11/2008 16:38 WIB
IM2 Inginkan Kongkoow Jadi MySpace-nya Indonesia
Indeks Berita
Sabtu, 17/05/2008 11:48 WIB
Remaja Mengaku "Teracuni" Game Brutal
Fino Yurio Kristo - detikinet
150.jpg)
Ilustrasi (dailymail)
Dalam survei Ofcom, lembaga regulator media, dua pertiga remaja Inggris usia 12-15 tahun mengaku bahwa bermain video game kekerasan mempengaruhi perilaku mereka.
Para remaja ini berpendapat, kekerasan di video game punya efek yang lebih tinggi ketimbang kekerasan yang mereka saksikan di film atau televisi. Bahkan menurut Ofcom, banyak pula yang berpendapat konsol game perlu punya sistem klasifikasi umur.
Pun dalam survei Ofcom pada orang dewasa, 68 persen di antaranya memercayai bahwa video game membawa pengaruh negatif bagi anak-anak.
Di lain sisi, klasifikasi video game di Inggris dinilai masih serampangan. Seperti dikutip detikINET dari DailyMail, Sabtu (17/5/2008), ada kasus di mana video game yang mengandung ketelanjangan dikategorikan pantas bagi anak di bawah umur.
Berbagi cerita soal video game kesayangan? Yuk, gabung di detikINET Forum! ( fyk / fyk )
Komentar terkini (4 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
