- approval kartu matrix... 08111836121
- Protes wat Esia... Zniper
- Serba Gratis dari XL... agustinus_berlian
- Kupas Habis TELKOMSEL... sayamonic
- Cs Online Telkomsel S***k... network535
- tarif telkomsel mahal... neo-zep
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 11:35 WIB
Kolom Telematika
Mendewasakan Industri Telekomunikasi -
Senin, 01/12/2008 11:06 WIB
Bakrie Telecom akan Jual 543 Menara -
Jumat, 28/11/2008 17:51 WIB
IndosatM2 Pastikan Ikut Tender Wimax -
Jumat, 28/11/2008 12:11 WIB
Parpol Ingin Bikin Ringtone Kampanye -
Jumat, 28/11/2008 07:42 WIB
Ramai-ramai Menjawab Tantangan Dirjen Postel -
Kamis, 27/11/2008 15:50 WIB
Indosat Jelajahi Pedalaman Kalimantan
Indeks Berita
Jumat, 16/05/2008 18:20 WIB
Konsorsium Siap Panjar Palapa Ring US$ 11,2 Juta
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Ilustrasi (ist.)
Ketua Komite Manajemen Palapa Ring, Tonda Priyanto, mengungkapkan megaproyek yang menghabiskan dana sebesar US$ 225 juta itu saat ini telah masuk tahap pemilihan penyedia jaringan.
"Juni nanti setiap anggota konsorsium harus sudah menyetor lima persen dari total proyek. Supaya pada Juli saat penutupan tender dana sudah bisa masuk untuk panjar," ujarnya di Gedung Telkom, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
Ia mengatakan, pada Agustus nanti, pemenang tender penyedia jaringan sudah bisa ditentukan. Sehingga pembangunan bisa dimulai pada kuartal keempat 2008.
Palapa Ring merupakan megaproyek pemerintah dalam membangun tulang punggung (backbone) infrastruktur serat optik internasional yang terdiri dari 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten Proyek yang membutuhkan biaya US$ 225 juta itu terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable).
Setiap cincin nantinya akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya di setiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps hingga 1.000 Gbps di daerah tersebut.
Rencananya proyek tersebut akan dibangun enam perusahaan yang tergabung dalam suatu konsorsium Palapa Ring. Keenam perusahaan itu berikut persentasi keikutsertaannya adalah PT Bakrie Telecom Tbk (13,3%), PT Excelcomindo Pratama Tbk (13,3%), PT Indosat Tbk (13,3%), PT Infokom Elektrindo (termasuk PT Mobile-8 Telecom Tbk sebesar 6,3%), PT Powertek Utama Internusa (representasi Linbrooke Worldwide Ltd sebesar 10%), dan porsi sisanya diambil PT Telkom Tbk.
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai, pembagian kontribusi diambil berdasarkan penggunaan kapasitas. Telkom akan memiliki porsi terbesar yaitu sebesar 4 lamda, sedangkan operator lainnya yang memiliki porsi 13,3% akan memperoleh 1 lamda dan Infokom Elektrindo sebesar 0,6 lamda.
Diperkirakan pada akhir 2009 pembangunan selesai dan kuartal pertama 2010 mulai menyediakan layanan.
Juru bicara konsorsium Rakhmat Junaedi menambahkan, dana sebesar US$ 11,2 juta tersebut akan digunakan untuk pembayaran penyedia jaringan yang akan ditentukan pemenangnya pada akhir Agustus nanti. "Sekarang dalam tahap seleksi. Ada sekitar enam perusahaan yang ikut," sebutnya.
Berkaitan dengan sering mundurnya jadwal pembangunan dari proyek tersebut, Tonda mengatakan, pemerintah sudah memahami alasan pemunduran. "Yang penting kata pemerintah tahun ini sudah dimulai," katanya.
Seharusnya megaproyek palapa ring ini sudah dimulai pada awal 2008 lalu. Namun karena ada salah satu peserta yang mundur, Macca System Infocom, maka pembangunan dijadwalkan pada Mei 2008. Namun, karena pemilihan penyedia jaringan baru dimulai pada Mei, maka dipastikan kuartal ketiga baru penggalian kabel pertama dijalankan.
Mau curhat soal koneksi internet? Yuk bergabung di detikINET Forum. ( rou / dwn )
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
