- Jual Flexi Cantik: 021-32... damonwijaya
- Jual 2nd PCMCIA 3G/UMTS M... diggital
- RALAT:For Sale !! Sony Er... fazhary
- Jual PC Games Murah Tapi ... sYntic
- Harga Laptop Baru [UPDATE... warungnotebook-com
- (( Jual )) DIVX MOVIES : ... batangan
Berita Lain
-
Kamis, 20/11/2008 13:14 WIB
Microsoft Masih Tertarik Bisnis Pencarian Yahoo -
Rabu, 19/11/2008 18:30 WIB
Sun dan Ristek Canangkan Pusat Kebangkitan Open Source -
Selasa, 18/11/2008 18:08 WIB
iMulai 2.0, Microsoft Berharap pada Software Lokal -
Selasa, 18/11/2008 16:10 WIB
Jerry Yang Lengser
Microsoft Tertarik Lirik Yahoo Lagi? -
Selasa, 18/11/2008 11:31 WIB
Jerry Yang Siap Lengser, Yahoo Buru CEO Baru -
Senin, 17/11/2008 18:04 WIB
Nokia: Bisnis Ponsel di 2009 akan Suram
Indeks Berita
Senin, 14/01/2008 13:11 WIB
Laptop Murah Kok untuk Negara Kaya?
Fransiska Ari Wahyu - detikinet

Laptop OLPC (ist.)
Kontan saja hal ini menuai kritik karena misi OLPC tidak mencantumkan Amerika Serikat sebagai salah satu targetnya. Keseriusan OLPC untuk melangkah ke AS terlihat dari telah adanya Direktur dan Kepala OLPC AS, yang bermarkas di Washington D.C.
"Kami mencoba melakukan hal ini melalui 50 negara bagian," tutur Nicholas Negroponte, ketua OLPC. Ia juga mengemukakan alasan di balik keputusan untuk memasukkan AS sebagai target mereka.
"Alasan pertama adalah untuk melakukan suatu hal yang bersifat patriotik, ada anak miskin di negara AS. Alasan kedua adalah untuk membangun masyarakat yang kritis sehingga berguna bagi kemajuan komunitas, pertimbangan ketiga adalah terkait masalah edukatif. Diharapkan nantinya dapat terjalin komunikasi antara anak-anak di AS dengan anak di negara berkembang sehingga dapat memperluas pengetahuan mereka," tegas Negroponte.
Adapun alasan awal OLPC tidak mencantumkan AS sebagai target mereka karena masyarakat AS dipandang lebih mampu dalam hal ekonomi dibandingkan dengan masyarakat di negara berkembang.
Seperti dikutip detikINET dari PC World, Senin (14/1/2008), di AS, orang mampu mengeluarkan uang USD 10.000 atau sekitar Rp 90 juta per tahun untuk pendidikan anak mereka, sedangkan di Bangladesh, rata-rata hanya mampu mengeluarkan uang sebesar USD 20 atau sekitar Rp 180 ribu. ( dwn / dwn )
Komentar terkini (5 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
