Berita Lain

Indeks Berita



Kamis, 21/06/2007 13:51 WIB

STT Pernah Terseok di Timur Tengah
Dadan Kuswaraharja - detikinet
Singapura - Singapore Technologies Telemedia (STT) saat ini merupakan raksasa perusahaan telekomunikasi di Asia. Selain mengembangkan usaha di wilayah Asia Pasifik, STT juga rajin menjelajahi kawasan lain.

Namun di kawasan seperti Timur Tengah dan Afrika, STT ternyata pernah mengalami kisah tidak sukses (unsuccessful story).

"Kami pernah mencoba di Mesir, namun karena penawaran harganya terlalu tinggi, kami tidak jadi masuk. Harganya harus pas, kalau tidak, bisnisnya tidak komersial," kata Director Corporate Communication STT Melinda Tan di kantornya, Lantai 9 StarHub Centre, 51 Cuppage Road, Singapura, Rabu (20/6/2007).

Harga tinggi juga mengakibatkan STT urung memperluas sayapnya di Arab Saudi dan 5 negara di benua Afrika.

Menurut Melinda, yang memenangkan tender di Timur Tengah adalah perusahaan komunikasi di kawasan itu sendiri.

"Mereka memiliki cadangan dana yang besar yang berasal dari tingginya harga minyak," ujar Melinda.

Namun STT sejak Maret 2007 melakukan kerja sama strategis dengan Qatar Telecom (Qtel). Qtel memiliki 25 persen saham di Asia Mobile Holdings (AMH), sementara STT memiliki 75 persen atau mayoritas.

AMH ini adalah sebuah perusahaan investasi yang akan fokus akan peluang telekomunikasi bergerak (mobile telecommunications) baru di Asia Pasifik.

Melalui aliansi strategis ini anak perusahaan STT dapat memperoleh keuntungan melalui dukungan STT dan Qtel. ( ddn / nks )
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga:


Klik di sini:


Informasi :

-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.
-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com