- Hack People Through Kompa... Th0R
- pengumuman YM palsu... hunter
- [HOT] Wah Ini Reseh Emang... anto012
- Akhirnya depkominfo.go.id... njoups
- Internet tidak bisa diblo... kamoraki
- nikmati youtube dengan c... Bobby Sant
Berita Lain
-
Jumat, 21/11/2008 11:08 WIB
Raja Judi Online Hong Kong Masuk Bui -
Jumat, 21/11/2008 10:04 WIB
Kodak Seret LG-Samsung ke Meja Hijau -
Kamis, 20/11/2008 09:29 WIB
Open Source Dikira Software Bajakan -
Rabu, 19/11/2008 16:31 WIB
Aturan Belum Disahkan, Menkominfo Bebaskan SMS Kampanye -
Rabu, 19/11/2008 15:23 WIB
Pemerintah Persilakan Masyarakat Class Action Astro -
Rabu, 19/11/2008 11:50 WIB
Pembajak Mulai Getol Produksi Blu-ray
Indeks Berita
Minggu, 18/02/2007 09:30 WIB
Turki Ringkus Sindikat Pembobol Bank Online
Lathiefa Nur Ilma - detikinet

ilustrasi (ist.)
Pihak berwajib kota Izmir, Turki, berhasil meringkus 17 orang yang diduga anggota sindikat pencurian dari account bank di Internet yang mencapai US$ 300.000 ($1 = Rp 9.050, sumber: detikcom).
Penyelidikan diawali dari beredarnya keluhan pengguna internet tentang penarikan uang yang tak mereka ketahui pada rekening bank online mereka. Hal ini kemudian ditindaklanjuti oleh Izmir Organised Crime Bureau dengan menyebarkan 20 orang anggotanya untuk menyelidiki kasus ini.
Tim tersebut memulai penyelidikan mereka dengan mengidentifikasi alamat IP yang digunakan untuk melakukan penarikan ilegal tersebut.
Usut punya usut akhirnya diketahui, ternyata sindikat tersebut tidak bekerja sendirian, melainkan melibatkan 3 orang hacker asal Rusia sebagai penyedia username dan password curian dari pengguna bank online.
Informasi identitas curian dari ribuan pengguna internet di Turki tersebut ditukar dengan bayaran sebesar 10 persen dari tiap pencurian uang yang berhasil dilakukan. Alhasil, ketiga nama pencuri identitas dari Rusia itu kini sudah berada di tangan Interpol.
Graham Cluley, konsultan senior teknologi dari Sophos menyatakan, beberapa tahun belakangan ini berbagai program jahat seperti virus dan trojan tumbuh semakin pesat. Mereka biasanya digunakan untuk melakukan pencurian informasi account bank dari para pengguna Internet.
"Spyware dapat diam-diam bersembunyi dari para pengguna komputer. Program jahat tersebut menunggu sampai pengguna mengetikkan informasi penting mereka," tambah Cluley, seperti dikutip detikINET dari Vnunet, Minggu (18/2/2007).
Cluely sendiri, mengacungkan jempol untuk kecepatan pihak berwajib Turki dalam menangani kasus ini. Namun, dirinya juga memperingatkan bahwa aksi phishing dan spyware merupakan masalah global yang membutuhkan penanganan bersama.
"Semua pengguna komputer harus melindungi dirinya sendiri demi melawan kejahatan seperti ini jika mereka memang masih ingin melanjutkan penggunaan bank online secara aman," tandas Cluely.
( lni / dbu )
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
