Minggu, 18/02/2007 09:30 WIB
Turki Ringkus Sindikat Pembobol Bank Online
Lathiefa Nur Ilma - detikinet
ilustrasi (ist.)
Jakarta - Lagi-lagi internet dipakai untuk mengeruk uang dengan jalan yang tidak halal. Kali ini kasus kejahatan via dunia maya menghantui Turki.
Pihak berwajib kota Izmir, Turki, berhasil meringkus 17 orang yang diduga anggota sindikat pencurian dari
account bank di Internet yang mencapai US$ 300.000 ($1 = Rp 9.050, sumber: detikcom).
Penyelidikan diawali dari beredarnya keluhan pengguna internet tentang penarikan uang yang tak mereka ketahui pada rekening bank online mereka. Hal ini kemudian ditindaklanjuti oleh Izmir Organised Crime Bureau dengan menyebarkan 20 orang anggotanya untuk menyelidiki kasus ini.
Tim tersebut memulai penyelidikan mereka dengan mengidentifikasi alamat IP yang digunakan untuk melakukan penarikan ilegal tersebut.
Usut punya usut akhirnya diketahui, ternyata sindikat tersebut tidak bekerja sendirian, melainkan melibatkan 3 orang hacker asal Rusia sebagai penyedia
username dan
password curian dari pengguna bank online.
Informasi identitas curian dari ribuan pengguna internet di Turki tersebut ditukar dengan bayaran sebesar 10 persen dari tiap pencurian uang yang berhasil dilakukan. Alhasil, ketiga nama pencuri identitas dari Rusia itu kini sudah berada di tangan Interpol.
Graham Cluley, konsultan senior teknologi dari Sophos menyatakan, beberapa tahun belakangan ini berbagai program jahat seperti virus dan trojan tumbuh semakin pesat. Mereka biasanya digunakan untuk melakukan pencurian informasi
account bank dari para pengguna Internet.
"Spyware dapat diam-diam bersembunyi dari para pengguna komputer. Program jahat tersebut menunggu sampai pengguna mengetikkan informasi penting mereka," tambah Cluley, seperti dikutip
detikINET dari Vnunet, Minggu (18/2/2007).
Cluely sendiri, mengacungkan jempol untuk kecepatan pihak berwajib Turki dalam menangani kasus ini. Namun, dirinya juga memperingatkan bahwa aksi
phishing dan
spyware merupakan masalah global yang membutuhkan penanganan bersama.
"Semua pengguna komputer harus melindungi dirinya sendiri demi melawan kejahatan seperti ini jika mereka memang masih ingin melanjutkan penggunaan bank online secara aman," tandas Cluely.
( lni / dbu )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).