Berita Lain
-
Senin, 27/06/2005 11:15 WIB
Monster Inc. Menggiurkan untuk Dibeli -
Senin, 27/06/2005 09:10 WIB
Symantec Direstui Merger dengan Veritas -
Jumat, 24/06/2005 14:58 WIB
Donor 'Ngambek'
Proyek TI di Aceh Bisa Ganti Haluan -
Jumat, 24/06/2005 12:20 WIB
Industri Software Kebakaran Jenggot
Download Ilegal Makin Membumi
Indeks Berita
Jumat, 24/06/2005 16:53 WIB
IBM Buka Lowongan Setelah Mem-PHK Ribuan Karyawan
Ni Ketut Susrini - detikinet
Jika iya, silahkan datang ke India, karena si raksasa biru ini--demikian IBM sering dijuluki--akan mencari 14.000 karyawan di sana.
Niatan IBM untuk membuka lowongan di India ini, dinilai sejumlah kalangan sebagai bukti bahwa perusahaan tengah melakukan globalisasi pekerjaan. IBM juga diduga berencana untuk memigrasikan pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan skil khusus ke negara-negara berupah rendah seperti India.
Aksi IBM ini menimbulkan keresahan dan perdebatan kebijakan di kalangan pekerja sektor ilmu pengetahuan, teknik dan bidang-bidang lain yang membutuhkan tingkat pendidikan yang matang.
Apa yang dilakukan IBM dengan jelas mengindikasikan hal ini. Bulan lalu perusahaan mengeluarkan pernyataan mengenai rencananya untuk mem-PHK 10.000 sampai 13.000 karyawan. Sekitar seperempat diantaranya adalah para pekerja yang ada di Amerika Serikat dan sisanya adalah yang ada di Eropa Barat -- dua kawasan di mana pekerjanya berupah tinggi.
Dan jika sekarang IBM akan mencari 14.000 pekerja di India -- kawasan dengan potensi skil TI tinggi dan karyawannya berupah murah -- jelas kalau ini merupakan langkah perusahaan untuk berefisiensi.
Info Rahasia
Informasi ini sebenarnya masih rahasia. Cnet News yang dikutip detikinet Jumat (24/6/2005) melansir, informasi ini diperoleh dari WashTech yang membeberkan dokumen berlabel "IBM Confidential" kepada harian The New York Times. WashTech mendapat dokumen tersebut dari salah seorang karyawan IBM yang prihatin akan rencana pemindahan pekerjaan ini.
WashTech (Washington Alliance of Technology Workers) merupakan aliansi pekerja bidang teknologi dari Washington. Aliansi ini berusaha membentuk serikat pekerja bidang teknologi.
IBM menolak berkomentar soal dokumen dan angka yang tersurat di dalamnya. Perusahaan hanya mengatakan, ada banyak dokumen, grafik dan proyeksi yang dibuat kalangan internal.
Tapi dalam kesempatan lain, Robert W. Moffat, IBM senior vice president menjelaskan, India patut dilirik untuk memenuhi kebutuhan akan layanan teknologi. Perekonomian India sedang berkembang dan kesempatannya tersedia luas untuk mencari pekerja bidang software, yang mampu mengerjakan proyek di seluruh dunia.
Moffat mengatakan, IBM bersiap untuk berubah. Dari perusahaan multinasional klasik yang menjalankan bisnis secara terpisah di negara yang berbeda, menjadi perusahaan yang mendunia yang pekerjaannya dapat dibagisebarkan ke berbagai lokasi.
"Ongkos sudah pasti jadi pertimbangan," kata Moffat. "Tapi tidak menjadi bahan pertimbangan terpenting. Kalau ada yang menilai IBM berusaha ngirit biaya pekerja, itu tidak benar. Karena bagi kami keahlian karyawan tetap penting," paparnya.
( nks )
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
