Berita Lain
-
Senin, 27/06/2005 11:15 WIB
Monster Inc. Menggiurkan untuk Dibeli -
Senin, 27/06/2005 09:10 WIB
Symantec Direstui Merger dengan Veritas -
Jumat, 24/06/2005 16:53 WIB
IBM Buka Lowongan Setelah Mem-PHK Ribuan Karyawan -
Jumat, 24/06/2005 14:58 WIB
Donor 'Ngambek'
Proyek TI di Aceh Bisa Ganti Haluan -
Jumat, 24/06/2005 12:20 WIB
Industri Software Kebakaran Jenggot
Download Ilegal Makin Membumi
Indeks Berita
Rabu, 13/04/2005 13:14 WIB
Heboh Soal EULA Microsoft
'Di Indonesia, Microsoft Cuma Jualan'
Wicaksono Hidayat - detikinet

Saat ini pengguna Microsoft Windows Indonesia, terutama di kalangan warung internet, mengeluhkan dokumen End User License Agreement (EULA). Dokumen perjanjian itu dianggap mengandung pasal yang 'menjebak'. Bahkan ada warnet yang sampai terseret perkara hukum akibat EULA itu.
Menanggapi keluhan penggunanya, Microsoft Indonesia berjanji akan berusaha mencari solusi terbaik. "Kami sedang memproses hal ini untuk memberikan solusi yang terbaik bagi para pengguna produk kami," tutur Cynthia Iskandar, Public Relation Manager, Business & Marketing Organization, Microsoft Indonesia.
Namun Michael Sunggiardi, salah satu anggota dewan ketua Awari, meragukan solusi itu akan tercapai dalam waktu singkat. "Sampai hari ini belum ada kejelasan dari Microsoft, saya tidak melihat ini akan jadi dalam waktu dekat," ujarnya kepada detikinet di sela-sela acara road show 'Hot Serve Digital Life', di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (13/04/2005).
Microsoft Indonesia, ujar Michael, lebih merupakan kantor perwakilan dagang dan bukan benar-benar kantor cabang Microsoft di Indonesia. "Buat mereka (Microsoft -red.) uang yang penting. Di Indonesia, Microsoft cuma jualan," tukasnya santai tanpa bermaksud menyinggung.
Masalah EULA ini juga membuat beberapa kalangan warnet serius menengok sistem operasi alternatif seperti Linux yang Open Source dan bisa didapatkan secara cuma-cuma. Linux bisa didapatkan tanpa kewajiban membayar, maupun menyetujui, lisensi apapun.
Akan tetapi, ujar Michael, penggunaan Linux masih bermasalah karena sulit untuk menjalankan aplikasi game online. Pada kenyataannya, ujar Michael, banyak warnet yang mengandalkan pendapatan dari game.
(Foto: Michael Sunggiardi. Fotografer: Tim Detikinet.com) ( wsh )
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
