Berita Lain

Indeks Berita



Rabu, 02/03/2005 14:26 WIB
Intel Sumbang 50 Notebook
Tim Air Putih Ingin Dongkrak TI di Aceh
Wicaksono Hidayat - detikinet
Jakarta - Yayasan Air Putih, yang dibentuk oleh relawan teknologi informasi (TI) untuk pemulihan Aceh, menerima bantuan 50 unit notebook dari Intel. Selain membantu rakyat Aceh, penggiat yayasan tersebut ingin mendongkrak popularitas TI di Aceh.

Menurut Edwardo Rusfid, Ketua Yayasan Air Putih, bantuan dari Intel itu bisa membantu internet media center yang telah dibangun di Aceh. "Selama ini kurang optimal karena hanya infrastruktur tanpa terminal akses," ujarnya saat menerima bantuan tersebut Rabu (02/03/2005) di Sekretariat Yayasan Air Putih, Gedung Cyber, Jakarta.

Perangkat komputer jinjing dari Intel tersebut akan digunakan sebagai terminal akses internet di media center Air Putih. Menurut Edwardo, saat ini terdapat 23 titik akses yang telah dibangun Tim Air Putih di Nanggroe Aceh Darussalam.

Theresa Baudier, IT Manager Intel Corp., mengharapkan bantuan itu bisa berguna dalam jangka panjang. "Ini murni bantuan, bentuk kepedulian Intel pada komunitas tempat kami berada," ujarnya.

Menurut Edwardo, saat ini Tim Air Putih di Aceh tidak berencana menambah jumlah media center yang telah dibangunnya. "Untuk ke depan, kita akan fokus pada yang lain. Ibaratnya, kita akan menyiapkan 'jalan' (infrastruktur -red.) yang lebih baik," ia menjelaskan.

Tim yang berada di lokasi bencana gempa dan tsunami itu juga sedang melatih unsur-unsur lokal. "Mulai tengah bulan kemarin sudah ada pelatihan lokal untuk pengelolaan infrastruktur dan manajemen operasional, semuanya (peserta) orang lokal," tutur Salahuddien, relawan Air Putih yang baru dua minggu pulang dari Aceh.

Dongkrak TI di Aceh

Dengan itu Edwardo berharap infrastruktur yang telah dibangun oleh Air Putih akan tetap berkelanjutan. "Target kami, hanya satu tahun lagi orang Jakarta ada di sana. Seterusnya, masyarakat Aceh harus bangkit sendiri," ia menambahkan.

Heru Nugroho, Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), mengatakan ada sisi lain misi Tim Air Putih di Aceh. "Kita juga punya misi untuk memberitahu ke negara ini bahwa TI bisa mempercepat proses pemulihan," ujarnya.

Menurut Heru, pemulihan Aceh bisa menjadi kesempatan komunitas TI Indonesia untuk membuktikan bahwa TI itu penting. APJII merupakan salah satu organisasi pendukung Tim Air Putih.

Pendapat Heru diamini Monica, Liaison Officer Tim Air Putih. "Dalam setahun ke depan, Air Putih ingin membuat TI populer. Bukan hanya untuk recovery Aceh, tapi juga untuk digunakan oleh pemerintahan," ujarnya.

Monica mengatakan dirinya telah melihat betapa informasi yang disebarkan Air Putih lewat situs AcehMediaCenter.or.id berguna bagi organisasi yang bergerak di Aceh. "TI bisa digunakan sebagai batu pijakan untuk mempercepat pemulihan. Tahap berikutnya adalah mempromosikan transparansi dan akuntabilitas," ia menambahkan. ( wsh )

Baca juga:


Klik di sini:


Informasi :

-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.
-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com