Selasa, 19/09/2006 10:02 WIB
Rencana Oktober 2006
Tarif Speedy akan Turun 40-50%
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

ilustrasi (diolah)
Jakarta - PT Telkom Tbk akan menurunkan tarif layanan internet pita lebar berkecepatan tinggi Speedy hingga 50% pada Oktober 2006. Namun, penurunannya itu tergantung atas varian yang ditawarkan.
Wakil Dirut Telkom Garuda Sugardo mengatakan penurunan tarif Speedy sedang dihitung dan itu tergantung pada varian barunya, dimana baik telepon rumah dan layanan Speedy bisa berjalan bersamaan.
"Penurunannya akan di bawah paket yang sekarang. Kalau paket yang Rp 300 ribu kan didiskon 40 persen, yang lain sedikit di bawahnya. Jadi turunnya ya sekitar 40-50 persen-lah. Tapi itu belum selesai dan sedang dihitung," ujar Garuda pada detikINET usai rapat dengar pendapat di Komisi I DPR, Jakarta, Senin malam (18/9/2006).
Sementara Dirut Telkom Arwin Rasyid juga mengatakan hal senada tentang masalah penurunan tarif Speedy tersebut. "(Skema penurunan tarif) lagi digodok. Nanti, kita mau sediakan paket-paket baru yang sifatnya melayani segmen tertentu. Kan ada banyak segmen-segmen yang mau bayar mahal, ada juga yang mau bayar sedikit," paparnya.
Namun secara umum, Garuda tak menampik bahwa tarif Speedy sudah sewajarnya diturunkan. Tapi, menurutnya, orientasi bisnis Telkom harus diubah, "dari orientasi marjin kepada sebuah volume, sekaligus merangsang penggunaan trafik lebih lama dan lebih tinggi dari masyarakat," tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, konsekuensinya Telkom harus menambah kapasitas bandwidth. Garuda menegaskan hal itu sejalan dengan rencana yang dikembangkan Telkom, yakni menambah bandwidth untuk lokal, domestik, maupun ke internasional.
Untuk menambah kapasitas jaringan, ia tak menampik adanya beban investasi tambahan. Tapi, menurutnya, infrastruktur yang ada saat ini sudah terbilang cukup memadai dan beban biaya yang akan dikeluarkan diperkirakan tak akan mengalami banyak perubahan.
"Memang ada investasi, tapi sekarang kan infrastruktur makin berkurang. Dan dalam pembangunan fiber optic, bangun satu core yang sedikit dengan core yang banyak, physical cost-nya sebenarnya sama," jelas Garuda. (rou) ( dbu )
-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
Rencana Oktober 2006
Tarif Speedy akan Turun 40-50%
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

ilustrasi (diolah)
Jakarta - PT Telkom Tbk akan menurunkan tarif layanan internet pita lebar berkecepatan tinggi Speedy hingga 50% pada Oktober 2006. Namun, penurunannya itu tergantung atas varian yang ditawarkan.
Wakil Dirut Telkom Garuda Sugardo mengatakan penurunan tarif Speedy sedang dihitung dan itu tergantung pada varian barunya, dimana baik telepon rumah dan layanan Speedy bisa berjalan bersamaan.
"Penurunannya akan di bawah paket yang sekarang. Kalau paket yang Rp 300 ribu kan didiskon 40 persen, yang lain sedikit di bawahnya. Jadi turunnya ya sekitar 40-50 persen-lah. Tapi itu belum selesai dan sedang dihitung," ujar Garuda pada detikINET usai rapat dengar pendapat di Komisi I DPR, Jakarta, Senin malam (18/9/2006).
Sementara Dirut Telkom Arwin Rasyid juga mengatakan hal senada tentang masalah penurunan tarif Speedy tersebut. "(Skema penurunan tarif) lagi digodok. Nanti, kita mau sediakan paket-paket baru yang sifatnya melayani segmen tertentu. Kan ada banyak segmen-segmen yang mau bayar mahal, ada juga yang mau bayar sedikit," paparnya.
Namun secara umum, Garuda tak menampik bahwa tarif Speedy sudah sewajarnya diturunkan. Tapi, menurutnya, orientasi bisnis Telkom harus diubah, "dari orientasi marjin kepada sebuah volume, sekaligus merangsang penggunaan trafik lebih lama dan lebih tinggi dari masyarakat," tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, konsekuensinya Telkom harus menambah kapasitas bandwidth. Garuda menegaskan hal itu sejalan dengan rencana yang dikembangkan Telkom, yakni menambah bandwidth untuk lokal, domestik, maupun ke internasional.
Untuk menambah kapasitas jaringan, ia tak menampik adanya beban investasi tambahan. Tapi, menurutnya, infrastruktur yang ada saat ini sudah terbilang cukup memadai dan beban biaya yang akan dikeluarkan diperkirakan tak akan mengalami banyak perubahan.
"Memang ada investasi, tapi sekarang kan infrastruktur makin berkurang. Dan dalam pembangunan fiber optic, bangun satu core yang sedikit dengan core yang banyak, physical cost-nya sebenarnya sama," jelas Garuda. (rou) ( dbu )
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com


